Cara Membaca Kode Rahasia Ban

Berita Otomotif

Cara Membaca Kode Rahasia Ban

Cara Membaca Kode Rahasia Ban – Ban memiliki peran penting pada sebuah kendaraan karena berinteraksi langsung dengan medan jalan. Hal ini berkaitan dengan keselamatan berkendara sehingga vital peran suatu ban.

Di pasaran banyak jenis ban yang beredar dengan spesifikasi dan keunggulan masing-masing. Calon konsumen mesti jeli dalam memilih ban yang ingin digunakan agar tidak menimbulkan bahaya saat tengah melakukan perjalanan.

Pabrikan ban saat ini menawarkan banyak ragam ban mobil khususnya dengan spesifikasi tertentu. Tidak hanya ukuran, mereka juga menghadirkan alur atau kembangan ban yang menarik dan bisa diandalkan di berbagai medan jalan.

Setiap manufaktur memiliki alasan tersendiri dalam membuat kembangan ban atau kerap disebut pattern. Pada dasarnya, pola suatu ban dibuat dengan kebutuhan kendaraan seperti performa, bobot, hingga daya tahan.

Pada ban mobil misalnya, selain fitur-fitur yang disebutkan di atas juga terdapat beberapa kode yang mesti dipahami oleh calon konsumen. Menjadi penting agar pembelinya tidak menyesal telah menggunakan ban yang salah dan berujung pada keamanan.
kode ban

Kode pada ban tertera di bagian dinding dan cukup mudah dibacanya. Konsumen bisa memilih ban yang sesuai dengan pabrikan jika tidak ingin kesulitan dalam menentukan pilihan.

Namun untuk calon konsumen yang hendak melakukan upgrade dengan ban yang memiliki performa lebih baik. Akan lebih baik untuk mengenali beberapa kode ban terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian.

Kode ban pada dinding atau tepian memiliki arti masing-masing. Umumnya setiap kode yang tercantum menerangkan seperti ukuran, konstruksi hingga kemampuan sebuah ban.

Berikut ini adalah cara membaca ragam kode yang tercantum pada ban. Sebagai contoh sebuah ban mobil dengan kode 215/70R17 94 S.

Kode 215

Angka pertama yang akan kita bahas adalah lebar ban dalam satuan milimeter (mm). Mengacu pada angka tersebut, maka si karet bundar tersebut memiliki tapak lebar 215 mm. Semakin besar angkanya, maka tapak ban akan semakin lebar.

Untuk calon konsumen yang ingin mendapatkan traksi lebih besar, maka membutuhkan ban yang lebih lebar. Namun dengan menggunakan ban lebih lebar jangan heran jika setir atau alat kemudi akan terasa berat lalu penggunaan bahan bakar bertambah.

Konsumen juga perlu memperhatikan bodi kendaraan. Jangan sampai lebar ban melewati bodi karena saat melewati genangan akan menimbulkan cipratan ke bagian bodi mobil sehingga lebih cepat kotor.

Kode 70

Angka kedua pada kode ban ini menunjukkan Aspek Rasio yang biasanya menggunakan persentase (%). Aspek rasio ini merupakan perbandingan antara tinggi dan lebar ban di kali 100 persen. Jika tertera demikian maka Aspek Rasio ban tersebut yakni 70 persen dari lebar ban.

Ketinggian ban berpengaruh pada kenyamanan berkendara sehari-hari. Semakin tinggi ban, maka bantingan pada kendaraan saat menempuh jalan tidak rata akan teredam dengan baik.
kode ban mobil

Namun konsumen juga perlu memperhatikan ruang untuk ban pada kendaraan. Semakin tinggi ban, maka akan berpotensi mengenai bibir fender atau istilahnya mentok. Risikonya bodi rusak dan ban akan tergerus lalu sobek.

Untuk modifikasi, perhatikan tinggi keseluruhan ban. Jika ingin menggunakan velg yang lebih basar, maka sebaiknya ketinggian ban harus dikurangi agar tidak mentok. Biasanya teknisi ban sudah paham dengan hal ini, maka konsultasikan terlebih dahulu.

Kode R

Kode yang satu ini menunjukkan konstruksi sebuah ban. Kode seperti ini menandakan bahwa ban Anda memiliki konstruksi radial. Produsen ban memiliki berbagai konstruksi, namun umumnya mobil baru menggunakan konstruksi radial.

Ban jenis Radial memiliki lapisan kain yang senarnya melintang dari sudut kanan ke sekeliling ban dan ada lapisan tambahan di sekitarnya.

Jika tidak ada kode R, pada umumnya diberikan tanda strip yang berarti ban tersebut berjenis bias. Ban ini sudah jarang digunakan pada pabrikan mobil karena daya tahannya dianggap kurang baik. Ban jenis ini masih digunakan pada motor yang tidak membutuhkan performa tinggi.

Kode 17

Angka ini menunjukkan diameter pelek yang digunakan. Sehingga pelek yang bisa dipasang pada ban tersebut harus memiliki diameter 17 inci. Jika Anda mencoba dengan angka yang berlainan, maka dijamin ban tersebut tidak pas dengan pelek yang ada.

Pada modifikasi umumnya ukuran velg diperbesar sehingga mobil terlihat kekar, belum lagi desain velg yang kian mendukung konsep modifikasi. Jika ukuran velg diperbesar, maka ukuran ban harus menyesuaikan.

Seperti telah disebutkan di atas, perhatikan ruang yang tersedia untuk mencegah ban mentok pada bibir fender dan akhirnya merusak keduanya.

Kode 94

Menunjukkan Indeks Beban (Load Index/Li), menjadi indikator batas maksimum muatan beban yang sanggup ditopang sebuah ban. Li memiliki pakem ukuran yang sudah tertera, dengan angka 94 maka tiap ban ini mampu menahan beban hingga 670 kg.

  • 62 beban maksimal 265 Kg
  • 63 beban maksimal 272 Kg
  • 64 beban maksimal 265 Kg
  • 66 beban maksimal 300 Kg
  • 68 beban maksimal 315 Kg
  • 70 beban maksimal 335 Kg
  • 73 beban maksimal 365 Kg
  • 75 beban maksimal 387 Kg
  • 80 - 89 beban maksimal 450 - 580 Kg
  • 90 - 100 beban maksimal 600 - 800 Kg

Kode S

Menunjukkan simbol batas kecepatan yang dianjurkan untuk ban tersebut. S artinya kecepatan maksimal 180 km/jam. Ada juga ban yang berkode Q yang artinya kecepatan maksimal 160 km/jam, H (210 km/jam), dan jika berkode V (240 km/jam)

  • Q kecepatan maksimal = 160 km/jam
  • S kecepatan maksimal = 180 km/jam
  • T kecepatan maksimal = 190 km/jam
  • U kecepatan maksimal = 200 km/jam
  • H kecepatan maksimal = 210 km/jam
  • V kecepatan maksimal = 240 km/jam
  • W kecepatan maksimal = 270 km/jam
  • Y kecepatan maksimal = 300 km/jam
  • Z kecepatan di atas = 240 km/jam

Kode-kode di atas penting diketahui untuk semua pengendara. Sehingga saat berkendara, Anda tidak melampaui batas yang telah ditentukan setiap pabrikan ban.

Dengan mengetahui berbagai kode ban, Anda juga bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan raya. Jika telah memahami kode ban, diharapkan tidak ada lagi kendaraan yang membawa beban melebihi kemampuan ban.

Selain itu juga tidak ada lagi kendaraan yang melaju dengan kecepatan yang melebih ketentuan dari ban. Dan bagi para modifikator, sebaiknya tidak menggunakan ban yang menyalahi aturan agar tidak menjadi penyebab kecelakaan yang bisa merugikan banyak pihak.
ban mobil

Ban tidak hanya memiliki kode khusus berwujud angka atau huruf, pabrikan juga memberikan tanda untuk mengetahui saatnya melakukan penggantian. Kode ini disebut Treadwear Indicator dan letaknya berada di ujung tepian ban, biasanya berbentuk segitiga.

Jika ketebalan ban sudah menyentuh tanda tersebut, maka sudah masuk waktunya untuk melakukan penggantian ban. Karena jika dibiarkan bisa menyebabkan ban sudah tidak memiliki traksi maksimal pada kendaraan dan bisa berujung kecelakaan. [Dew/Had]

 



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar