Bom Surabaya Berpengaruh Negatif pada Penjualan Mobil

Berita Otomotif

Bom Surabaya Berpengaruh Negatif pada Penjualan Mobil

JAKARTA – Bom Surabaya dan  Sidoarjo disinyalir bakal memberikan pengaruh negatif pada penjualan mobil karena diprediksi membuat konsumen-konsumen mobil tetap menahan diri melakukan pembelian, seperti yang sudah terjadi beberapa tahun belakangan ini.

Brand Director Jaguar Land Rover (JLR) Indonesia Jentri Izhar menilai secara psikologis bom Surabaya dan Sidoarjo pasti akan menimbulkan pengaruh negatif bagi para pembeli mobil. Ia meyakini tidak hanya segmen kendaraan mewah saja yang terpengaruh, tapi juga segmen-segmen lain di bawahnya.

“Saya hanya bisa berharap semoga ini tidak bertambah parah dan bisa cepat diatasi oleh pemerintah dan pihak terkait. Tentunya kondisi sekarang, bukan hanya teror, tapi kondisi politik dan ekonomi juga pasti berpengaruh pada penjualan mobil. Diharapkan tidak sampai memengaruhi bisnis,” kata Jentri usai peluncuran Range Rover Sport dan Range Rover 2018 pada Senin (14/5/2018) di Jakarta.

 Seperti diketahui, pada Minggu (13/52018) kemarin tiga bom bunuh diri teroris meledak di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur. Kemudian, sehari setelahnya, dua bom bunuh diri meledak lagi di Jawa Timur, tepatnya di Polrestabes Surabaya dan Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

Kondisi tersebut berbuntut lebih jauh ke Jakarta. Ibu Kota Indonesia ini sudah ditetapkan dalam status Siaga I saat ini.

Kondisi ekonomi Tanah Air terkini juga sedang diterpa isu kurs rupiah yang melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan penelusuran Mobil123.com di kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami tren penurunan sejak Februari, dari Rp 13.402 per dollar AS hingga tembus Rp 14.036.000 per dollar AS pada 8 Mei dan pada 14 Mei ada di level Rp 13.976 per dollar AS. Situasi politik dipanaskan pula persaingan antara kubu incumbent dengan oposisi mendekati Pemilu Presiden 2019.

Lebih lanjut, Chief Operating Officer JLR Indonesia Roland Staehler menyoroti secara khusus pasar mobil premium Indonesia. Dia menjelaskan bahwa secara total pasar mobil mewah selama 10 tahun terakhir relatif stagnan. Pasar mobil di bawah Rp 1 miliar memang menunjukkan kenaikan tapi tidak untuk yang di atas itu.

“Memang pertumbuhan penjualan tergantung merek, pemain-pemain yang datang dan pergi, hingga lini kendaraan masing-masing. Tapi secara total pasar sama. 10 tahun lalu saat saya datang ke sini pasar kisaran 8.000 unit, sekarang 7.500 – 8.000 unit. Siklus ganti mobil baru setiap 2 – 3 tahun tidak terlihat seperti biasanya. Orang-orang menahan pembelian kecuali jika ada model baru. Pasar mobil premium sekarang trennya ke arah mobil lebih kecil, sesuatu yang kami tak miliki,” papar dia.

Berdasarkan data whoesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar roda empat secara akumulatif menembus 1,1 juta unit pada 2012 dan menanjak jadi 1,2 juta unit dua pada 2013 dan 2014. Namun, setelah itu volume menjadi di bawah 1,1 juta unit hingga 2017 kemarin. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual