Boikot Mobil Prancis di Indonesia Diyakini Tak Terjadi, Ini Sebabnya

Berita Otomotif

Boikot Mobil Prancis di Indonesia Diyakini Tak Terjadi, Ini Sebabnya

JAKARTA – Penjualan dua merek mobil Prancis di Indonesia dipercaya tak bakal terdampak oleh maraknya ajakan boikot terhadap produk – produk dari negara tersebut.

Sekadar mengingatkan, ajakan boikot seluruh produk Prancis saat ini marak di negara-negara dengan banyak penduduk beragama Islam. Termasuk Indonesia.

Penyebabnya adalah pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap menghina Islam, ketika menanggapi aksi teror terhadap beberapa warga di sana yang tetap ngotot menggambar dan menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW. Macron kemudian menyatakan tak bermaksud menyinggung Islam.

Di sektor otomotif Indonesia sendiri terdapat dua merek mobil Prancis, Peugeot serta Renault. Pengamat Otomotif Bebin Juana menilai penjualan keduanya bakal tak terdampak oleh wacana boikot.


Alasan pertama, menurut veteran industri otomotif nasional tersebut ketika dihubungi pada Kamis (5/11/2020) sore, adalah karena penjualan Peugeot dan Renault masih amat kecil di negara ini. Alasan kedua, para pembeli kedua merek ini hingga sekarang adalah para loyalis yang sudah lama menggunakan Peugeot atau Renault.

“(Basis) konsumennya kuat sekali. Memang tidak besar jumlahnya. Tetapi mereka kalau membela mobil pilihannya itu kuat sekali… Loyalitas terhadap mereknya tinggi sekali. Mereka tahu betul apa yang mereka beli dan tidak peduli orang mau bagaimana, bilang apa,” papar dia kepada Mobil123.com.

Ini, lanjut Bebin, berbeda dengan profil konsumen merek-merek di pasar kendaraan massal. Menurutnya, para pembeli di segmen tersebut loyalitasnya tak setinggi itu dan pertimbangan dalam mengakuisisi kendaraan pun amat variatif.

Mobil – mobil Prancis disebut Bebin punya kualitas teknis amat bagus. Desain mereka juga punya diferensiasi kuat, bahkan di antara merek – merek Eropa lain sekali pun.


“Mereka (merek – merek mobil Prancis) punya karakter desain sangat kuat dan tak mau terbawa arus. Berani tampil beda,” tegasnya.

Peugeot dan Renault sejak beberapa tahun terakhir kembali mencoba bangkit di Tanah Air, setelah lama tak merilis model baru dan ‘mati suri’. Data penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) Gaikindo Januari – September 2020 menunjukkan Peugeout membukukan hanya 172 unit (naik 120 persen year on year).


Renault, di sisi lain, cuma 170 unit (naik 18,1 persen). Total pasar otomotif hingga bulan kesembilan 2020 berbobot 372.046 unit (drop 50,9 persen).

Pasar beserta hampir seluruh pemain di dalamnya sendiri sedang mengalami performa negatif karena pandemi virus Corona (Covid-19). Bahkan, target penjualan mobil 600 ribu unit—hasil revisi sebelumnya yang 1,050 juta unit—di Indonesia diprediksi tak tercapai. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar