Boikot Mobil Jepang di Korea Selatan Masih Terus Berlangsung

Berita Otomotif

Boikot Mobil Jepang di Korea Selatan Masih Terus Berlangsung

SEOUL - Pembeli mobil di Korea Selatan masih terus melanjutkan boikot merek Jepang selama berbulan-bulan.

Para konsumen roda empat di ‘Negeri Ginseng’, menurut Nikkei Asian Review, masih terus menolak membeli merek-merek Jepang hingga awal Oktober ini. Boikot itu sendiri sudah berlangsung sejak awal Juli.

Boikot terhadap produk-produk Jepang di pasar mobil merupakan bagian dari aksi yang lebih besar lagi. Sejak tiga bulan lalu, masyarakat Korea Selatan enggan membeli barang-barang yang dijual merek asal ‘Negeri Sakura’ di berbagai sektor.

Tentu saja, ini terjadi bukan tanpa alasan. Mereka melakukannya sebagai respons dari pembatasan ekspor dari Jepang terhadap material-material yang berhubungan dengan cip ke Korea Selatan.

Tak sedikit pula yang menghindari bepergian ke negara tersebut. Hal ini membuat maskapai penerbangan murah Korea Selatan memangkas jumlah penerbangan ke ‘Negeri Matahari Terbit’ itu.

Belum ada tanda-tanda membaiknya hubungan Korea Selatan - Jepang. Pemerintah kedua negara masih belum menemukan solusi yang sama-sama memuaskan.

Anjlok
Tentu saja, boikot terhadap produk Jepang membuat penjualan mobil-mobil mereka di pasar otomotif anjlok. Transaksi jual-beli kendaraan penumpang merek-merek Jepang, menurut data The Korea Automobile Importers and Distributors Association, hanya berjumlah sekitar 1.100 unit pada September. Volumenya 60 persen year on year.

Sementara, pada Agustus penjualan mereka hanya 1.400 unit. Ada penurunan 57 persen year on year.

Pemain-pemain Jepang semisal Toyota, Honda, Nissan mengalami deselerasi penjualan. Merek-merek Eropa, di sisi lain, mendapat berkah sehingga mampu memperbanyak pangsa pasar mereka.

Korea Selatan merupakan pasar otomotif yang dikuasai oleh merek asal negeri sendiri. Hyundai Motor mengontrol lebih dari 70 persen pasar. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support