Biofeul Lebih Berbahaya dari Bensin Biasa?

Berita Otomotif

Biofeul Lebih Berbahaya dari Bensin Biasa?

MICHIGAN – Banyak negara yang kini sudah mengembangkan sumber energi baru, termasuk dengan menggunakan bahan bakar alternatif selain bensin konvensional. Salah satunya adalah dengan menggunakan bahan bakar nabati seperti biofuel.

Namun, University of Michigan menemukan fakta bahwa penggunaan bahan bakar nabati sebenarnya justru dapat berdampak lebih buruk ketimbang BBM konvensional (fosil). Dalam penelitian mereka disebutkan permasalahan dimulai dari anggapan bahwa biofuel adalah karbon netral. Anggapan inilah yang dianggap salah.

Ketika membandingkan jejak karbon biofuel dan bbm konvensional, peneliti melihat dari keseluruhan proses perputaran dari bahan bakar. Bensin tidak hanya dinilai dari polutan yang dihasilkan oleh kendaraan saat berjalan tapi juga proses ekstraksi, pemurnian dan transportasi.

Hal yang sama dilakukan pula untuk biofuel, namun emisi dari knalpot ditinggalkan karena jumlahnya diasumsikan nol. Hal ini karena karbon dioksida telah diimbangi dengan penanaman tanaman materi pembuatan biofuel itu sendiri.

Asumsi tersebut digunakan oleh badan pengawas dari AS sebagai acuan selama 11 tahun terakhir. Asumsi tersebut dinyatakan tidak tepat oleh professor John DeCicco, peneliti dari University of Michigan Energy Institute.

“Untuk memverifikasi asumsi tersebut, Anda harus menganalisis apa yang terjadi pada ladang pertanian, di mana biofuel sedang diproduksi. Manusia tidak melakukan hal tersebut pada masa lalu, mereka kira tidak membutuhkannya,” ungkapnya.

DeCicco menggunakan data dari Departemen Pertanian untuk melihat apa yang Ia sebut ‘harvest carbon factor’. Ia pun menemukan bahwa meski jumlah jagung dan kedelai telah ditanam 3 kali lipat lebih banyak sejak tahun 2015, namun ketika dibandingkan jumlah karbon hanya terserap 37%.

“Ketika emisi gas buang dari biofuel dimasukkan ke dalam perhitungan penyebab pemanasan global, maka hasilnya adalah biofuel lebih buruk dibanding bensin,” ungkapnya.

Hasil penelitian ini pun langsung mendapat tanggapan negatif.  Para petani dan produsen ethanol menuding penelitian ini punya kepentingan memerangi biofuel. Ini disebabkan DeCico didanai oleh API.

Akhirnya hasil penelitian ini akan ditinjau kembali, layaknya studi ilmiah lainnya. Sementara DeCicco memberikan alasan bahwa API merupakan satu-satunya kelompok yang bersedia membiayai penelitiannya. [Adi/Ari/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual