Big Bos VW Ngebet Merger dengan FCA

Berita Otomotif

Big Bos VW Ngebet Merger dengan FCA

WOLFSBURG - Matthias Muller, Chief Executive VW Group kembali ungkap kemungkinan meger dengan Fiat Chrysler Automobiles (FCA).

Seperti kita ketahui, VW Group sedang tertimpa skandal besar yakni dieselgate. Sejak tahun 2015-2016, group otomotif raksasa yang bermarkas di Wolfburg, Jerman ini harus menanggung baik nama besar dan kerugian finansial cukup besar.

Baru-baru ini Matthias Muller menyatakan bahwa VW Group perlahan tapi pasti sudah kembali ke track. Pria asal Jerman berusia 63 tahun ini optimis menatap masa depan VW Group saat berbicara di automaker’s annual press conference di Wolfsburg. 

"2016 tak ubahnya mimpi buruk dengan banyak prediksi bagi kami. Namun VW Group terus bergerak maju, kembali berbicara di pentas internasional," jelas Muller.

Ia juga mengatakan bahwa terdapat 4 juta mobil mereka yang tersangkut masalah kecurangan nilai emisi mesin diesel. Beberapa langkah telah dilakukan seperti melakukan perbaikan pada 200 ribu mobil pelanggan per minggunya di Amerika Serikat juga Eropa.

"Kami akan menyelesaikan masalah ini dengan melakukan perbaikan hingga musim gugur tahun ini," ujar Muller. 

Di samping berbicara masalah VW dieselgate, Muller juga mengungkap soal ketertarikan Presiden FCA, Sergio Marchionne dalam melakukan merger dengan VW group. Namun memang belum ada pembicaraan lebih lanjut.

"Saat ini tidak ada kontak antara saya dan Mr Marchionne, namun saya tidak mengesampingkan rencana tersebut. Akan sangat membantu jika pihak FCA berencana untuk melakukan pertemuan dan pembicaraaan soal ini. Ini tentunya menjadi titik terang bagi saya dan juga Anda semua," papar Muller.

Rencana merger antara VW Group dan FCA Group sendiri sempat dilontarkan oleh Marchionne di awal pameran Geneva Motor Show 2017. Dan kala itu dihadapan wartawan ia mengatakan mungkin akan menghubungi pihak VW Group soal rencana besar ini.

"Saya tidak ragu pada waktu yang tepat akan melakukan perbincangan soal merger dengan VW Group. Ini karena dinamika yang terjadi di otomotif dunia khususnya Eropa belakangan melalui kepakatan PSA Group dengan Opel, menurut saya akan mengancam VW Group," jelas Marchionne seperti diberitakan Bloomberg.

Tentunya jika merger terjadi dinamika otomotif dunia akan kembali bergerak. Duet raksasa ini tentunya akan semakin kuat, meski memiliki beragam konsekuensi.

Akuisisi atau merger memang belakangan menjadi pilihan terutama saat kondisi sulit. Selain PSA Group, pabrik mobil asal Perancis yang menaungi Peugeot-Citroen - Opel, akuisisi aliansi Renault - Nissan terhadap Mitsubishi pada 2016 terbukti menuai hasil positif. Trio tersebut berhasil merangsek di posisi 3 penjualan dengan jumlah sekitar 10 juta unit mobil di dunia. [Ari]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter

 

 



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual