Biden Bombardir Gedung Putih dengan Mobil Listrik, Gerakannya Mirip Saat Perang Dunia II

Berita Otomotif

Biden Bombardir Gedung Putih dengan Mobil Listrik, Gerakannya Mirip Saat Perang Dunia II

WASHINGTON - Joe Biden, Presiden terpilih Amerika Serikat yang baru dilantik ini langsung melakukan gebrakan lewat mobil listrik. Jumlahnya sangat besar, Kolosal Mirip Saat Perang Dunia II

Gebrakan ini sendiri tak lain adalah mengganti seluruh mobil dinas pemerintah Amerika Serikat dengan mobil listrik. Total yang akan diganti tercatat sebanyak 645 ribu mobil dinas dengan beragam model mobil, SUV hingga truk pickup.

Berdasarkan data General Service Administration, secara detail, ratusan ribu mobil dinas termasuk kendaraan militer itu terdiri dari 272 ribu truk pickup. 102 ribu truk ringan, 39 ribu truk berat, 224 ribu mobil penumpang serta 8 ribu bus dan ambulans.

Biden fokus melakukan peremajaan mobil dinas pemerintah ini dengan mobil-mobil listrik asli buatan Amerika Serikat. Ia sejalan dengan ungkapan resminya belum lama ini yakni "The Future America Made by America".

"Pemerintah Federal saat ini memiliki armada kendaraan besar, kami akan menggantinya dengan mobil listrik ramah lingkungan buatan Amerika, oleh tenaga kerja Amerika," kata Biden.

Keputusan Joe Biden Soal Mobil Listrik

Terobosan kolosal dilakukan Presiden yang mengalahkan Donald Trump dalam pemilihan umum lalu ini memang dipercaya mampu mendongkrak industri otomotif Amerika Serikat. Dan tentu akan menciptakan lapangan kerja baru yang besar pula di Negeri Paman Sam.

Secara umum, keputusan Biden ini sejalan dengan keputusan Presiden yang inin memberi stimulan kepada industri manufaktur Amerika. Seperti kita ketahui bersama, sektor ini sangat terpukul karena pandemi Covid-19, tercatat sekitar 540 ribu buruh jadi korban PHK.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi perusahaan mana saja yang akan mendapat tender pengadaan mobil dinas Pemerintah Amerika ini. Sekali lagi, ini merupakan langkah kolosal pengadaan kendaraan terbesar setelah Amerika terlibat Perang Dunia II sekitar tahun 1942.


Lainnya, belum diungkap juga besaran alokasi dana yang harus dikeluarkan Pemerintah Amerika untuk rencana besar ini. Berikut dengan asal pendanaan pembelian ratusan ribu mobil listrik ini.

Di sisi lain, belum ada satu pun pabrikan otomotif Amerika atau perwakilannya yang memberikan statement resmi menyambut rencana Biden ini. Jadi kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar