Bermain dengan Toyota Calya A/T di Batu

Review

Bermain dengan Toyota Calya A/T di Batu

BATU – Toyota Calya bertransmisi otomatis menjadi kendaraan pertama yang diuji oleh Mobil123.com dalam test drive bertajuk Calya Wonderfull Journey.

Rute test drive Toyota Calya  di daerah Malang diawali dengan tujuan kota Batu atau tepatnya di wilayah Gunung Banyak.

Kesan pertama yang bisa diambil dari respon Toyota Calya dengan transmisi otomatis 4-percepatan ini memiliki respon baik. Masuk jalan-jalan dalam kota Malang dari bandara Abdul Rahman Saleh, dengan mudah saya melakukan manuver-manuver pendek untuk melewati kendaraan-kendaraan yang berada di depan.Perpindahan gear juga tergolong halus.

Jangan terlalu kaget jika dari posisi diam dan Anda injak pedal gas dalam-dalam terjadi lag beberapa saat, seolah mesin 3NR-VE 1.2 liter milik Toyota Calya serasa enggan berjalan. Setelah putaran mesin berada di 2.000 rpm kendaraan baru mulai bergerak.

“Ini memang karakter dari mesin dan memang kami setting seperti ini. Selain untuk safety agar kendaraan tidak langsung melaju, setting ini juga memiliki keuntungan dari sisi efisiensi karena bukaan BBM tidak langsung besar,” ujar Didi Ahadi, Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM).

Memasuki jalan-jalan menanjak, perlakuan pengendaraan juga relatif sama. Anda dapat langsung menginjak pedal gas dan transmisi langsung melakukan kickdown atau menurunkan gear ke gear lebih kecil secara otomatis. ECU akan terus melakukan adjusment untuk mendapat gear yang tepat saat proses ini dengan proses cukup halus.

Jika Anda merasa kurang, Anda bisa memindahkan tuas persneling untuk bermain di low gear sesuai dengan kebutuhan. Saya lebih pede melakukan opsi ini karena bisa terus menjaga putaran mesin sehingga keluaran tenaga dapat terus terjaga.

Dalam pengujiaan Toyota Calya A/T diisi oleh 4 penumpang termasuk saya dan dengan beberapa barang bawaan.

Dari sisi stabilitas, praktis tidak ada gejala negatif pengendaraan pada Toyota Calya. Saat melakukan manuver baik melewati kendaraan atau berpindah jalur, gejala body roll hanya sedikit terjadi dan masih dalam kondisi normal.

Unjuk kerja suspensi juga tergolong baik. Dengan karakter medium menjadi toleransi terbaik untuk kondisi jalan-jalan di Indonesia yang beragam. Salah satu kunci utama adalah menjaga tekanan angin pada roda berukuran 175/65 R 14 pada Toyota Calya. Saya lebih senang bermain pada tekanan 30 psi.

Ground clearance dari Toyota Calya yang sebesar 180 mm memberikan keuntungan pada daya jelajah Toyota Calya. Ini saya temui saat mendekati wilayah Gunung Banyak kebetulan kondisi cukup rusak juga banyak jalan tanah yang bergelombang. Toyota Calya dapat melewatinya dengan baik, memang kadang terdengar bunyi "jeduk" pada suspensi belakang jika masuk pada lubang yang cukup besar, namun masih dalam batas kewajaran.

Terakhir, belakangan muncul berita bahwa Toyota Calya amblas jika diisi oleh 7 orang penumpang. Pihak TAM mengklarifikasinya dengan memastikan tidak ada masalah pada hal tersebut.

“Wajar jika posisi body belakang agak turun mendekati roda jika diisi oleh orang banyak. Namun dari sisi pengendaraan, kinerja suspensi dan keamanan dalam berkendara tidak memiliki masalah apapun. Kami pernah menguji Toyota Calya dengan beban maksimal ½ ton dan sejauh ini tidak masalah,” jelas Didi.

Jika diasumsikan 7 orang penumpang masing-masing memiliki bobot 70 kg total beban masih sebesar 490 kg. [Ari/Idr]

Temukan mobil idaman di Mobil123
Mari bergabung bersama kami di Facebook dan Twitter



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Chat Bantuan
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Chat Bantuan
Support