Beragam Penyebab Aki Tekor Saat Mesin Motor Dinyalakan

Panduan Pembeli

Beragam Penyebab Aki Tekor Saat Mesin Motor Dinyalakan

Penyebab aki tidak mengisi alias tekor saat mesin sepeda motor dinyalakan ternyata cukup beragam. Sumber masalah bisa dari rusaknya komponen rectifier regulator atau ‘kiprok’, aki kurang setrum atau soak, maupun alasan – asalan lain.

Skuter – skuter matik (skutik) makin digemari pasar, sehingga variasi modelnya merajalela dan semakin ‘menggusur’ motor bebek apalgi motor sport. Pada saat bersamaan, kepopuleran skutik juga membuat kondisi aki makin wajib dipastikan selalu prima.

Soalnya, motor – motor bebek serta sport bisa dinyalakan dengan relatif mudah menggunakan kick starter, jika akinya tidak mengisi ketika dinyalakan. Akan tetapi, hal ini lebih sulit dilakukan di model – model skutik.

skutik Yamaha Nmax

Atas dasar itu, tidak berlebihan rasanya mengatakan para pemilik skutik wajib tahu seluk – beluk aki. Seperti misalnya alasan mengapa aki bisa tidak mengisi.

Jika sudah tahu memahaminya, tentu pemilik ‘kuda besi’ bisa lebih mudah menghindari penyebab – penyebab aki tekor yang akan membuat repot sendiri jika sampai terjadi.

Penyebab Aki Tekor Paling Mudah: Kurang Setrum atau Soak

Kebanyakan pemilik motor langsung menyangka bahwa aki mereka bermasalah atau sudah perlu diganti, saat aki tersebut tekor. Hal ini, menurut penelusuran dari berbagai sumber, tidak 100 persen salah atau benar karena salah satu di antara sekian banyak penyebab tekor memang karena aki kurang setrum maupun soak.

Aki kurang setrum terjadi antara lain gara- gara komponen – komponen kendaraan yang menyedot kelistrikan terus menyala ketika mesin mati. Contohnya adalah lampu.

Bisa pula karena kendaraan lama tak digunakan. Jalan keluarnya gampang: mengecas aki.

Untuk tipe aki basah, aki tekor bisa pula menjadi pertanda sudah waktunya Anda menambah atau mengganti air di dalam komponen tersebut sebelum melakukan pengecasan. Untuk tipe aki kering, Anda bisa langsung mengecasnya.

aki kering pada sepeda motor

Pengecasan aki bisa dilakukan dengan dua opsi. Pertama adalah mendatangi bengkel tepercaya, sementara pilihan kedua adalah membeli alatnya yang tersedia di beragam toko perkakas modern.

Aki soak berbeda dengan aki kurang setrum. aki soak terjadi lebih karena faktor usia.

Jika ini yang terjadi, berarti aki memang sudah waktunya diganti. Anda bisa menduga aki soak kalau memang usia pakainya sudah lebih dari satu apalagi dua tahun.

Penyebab – Penyebab Lain Aki Tekor

Penyebaba aki sepeda motor tekor tidak terbatas pada dua hal di atas. Masih cukup banyak alasan lain.

Karena itu, jangan terburu – buru menyalahkan aki ketika hal tersebut terjadi. Apalagi sampai langsung mengganti aki tanpa menelusuri terlebih dahulu akar permasalahannya.

Berikut Mobil123.com sajikan alasan – alasan lain itu:

  1. Kiprok Rusak

Kiprok merupakan salah satu komponen yang amat diperlukan aki. Fungsinya secara sederhana adalah menyesuaikan besar – kecilnya tegangan listrik yang dialirkan menuju aki.

Arus listrik yang masuk ke dalam aki memang harus benar – benar sesuai. Jika terlalu rendah, aki kurang setrum bisa terjadi.

Jika arusnya terlalu besar pun, hasil akhirnya tidak baik. Aki akhirnya bakal menggelembung, kemudian rusak dan tidak mengisi.

Karena itu, jika motor Anda sering digunakan tapi akinya tekor, patut diduga kiprok rusak sebagai ‘biang keladinya’. Jika sudah terbukti melalui pemeriksaan, ganti komponen itu dan urusan pun beres.

  1. Spul Bermasalah

‘Tersangka’ selanjutnya adalah spul. Komponen ini bertugas menghasilkan listrik melalui magnet – magnet yang digerakkan olehnya.

Jadi, kalau kiprok normal tapi spul mempunyai problem, sudah pasti aliran listrik ke aki tersendat.

Untuk mengetahui rusak atau tidaknya spul, ukur saja tegangan dari arus listrik pada spul sebelum ke kiprok. Gunakan alat bernama Multitester. Jenis arusnya sendiri Alternating Current (AC) yang tidak mengalir searah.

Sebelum melakukan itu, sebenarnya ada beberapa pertanda yang dapat menjadi indikasi rusaknya spul. Pertama, aki tekor terus-menerus meski sudah dicas atau diganti dan kiprok ternyata dalam kondisi baik.

Motor yang sering sulit dihidupkan di pagi hari, ketika mesin masih dingin, juga dapat menjadi sinyal adanya problem pada komponen satu ini.

  1. Bore-up Motor Tak Sempurna

Bore-up merupakan salah satu modifikasi teknis yang kerap dilakukan oleh para pemotor. Soalnya, kemampuan sang ‘kuda besi’ bisa mengganas setelah itu.

Bore-up simpelnya adalah modifikasi untuk menambah atau memperbesar kapasitas silinder maupun cc mesin. Istilah bekennya, motor Anda ‘dikorek’.

Sayangnya, bore-up bisa pula menyebabkan aki tekor. Ini terjadi jika kompresi mesin yang meninggi tidak diikuti penggantian spul dinamo starter lebih kuat.

Alhasil, ketika sistem kelistrikan bakal ‘ngos-ngosan’ acap kali mesin dinyalakan. Lama kelamaan, aki motor akan tekor.

  1. Modifikasi Lampu plus Klakson Berlebihan

Modifikasi lampu kendaraan, baik itu mengganti atau menambah jumlahnya, bukan hal yang jarang dilakukan oleh pemilik kendaraan. Alasan penggantian lampu bisa karena pemilik tak puas dengan spesifikasi lampu standar.

Adapun alasan penambahan lampu antara lain adalah untuk meningkatkan fungsionalitas atau membuat motor jadi lebih terkesan vintage. Misalnya saja penambahan lampu pada motor – motor vespa.

Klakson pun lumrah diganti karena konsumen ingin suara yang lebih ‘tebal’, maskulin, atau terkesan ‘retro’.

Akan tetapi, modifikasi pada kedua sektor ini menambah beban listrik yang dibutuhkan kendaraan ketika beroperasi. Jika kemampuan sistem kelistrikan Anda abaikan, hasilnya adalah aki tekor.

Karena itulah, saat memodifikasi lampu – lampu maupun klakson, Anda perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan pula kemampuan sistem kelistrikan kendaraan. Misalnya dengan mengganti spul dengan yang lebih kuat, penambahan relay untuk menstabilkan arus listrik, serta mengganti aki dengan daya lebih besar.

  1. Kebersihan Aki Tak Diperhatikan

Isu kebersihan aki juga dapat menyebabkan aki tidak mengisi ketika mesin dinyalakan. Itu sebabnya, Anda perlu memantau kebersihan aki khususnya pada sektor terminal.

Senyawa kimia asam sulfat pada aki dapat memicu timbulnya plak atau karat pada terminal, baik pada aki basah atau kering. Jika terminal sudah tertutup plak yang cukup banyak, penyetrumannya bakal tidak maksimal sehingga pada akhirnya menjadi tekor.

Mengenal Aki Basah dan Aki Kering

  • Aki Basah

Secara garis besar, aki dapat digunakan menjadi dua tipe. Selain tipe aki basah, ada pula aki kering.

Aki basah menggunakan cairan yang disebut sebagai air zuur. Fungsinya sebagai elektroda yang merendam sel – sel aki yang terpasang di dalamnya.

Wadah aki basah biasanya terlihat transparan. Dengan demikian, Anda bisa lebih mudah mengontrol level cairan elektroda di dalam aki.

aki basah untuk sepeda motor

Cairan ini memang harus dijaga agar selalu menyentuh indikator level ketinggian minimal yang tercetak di bagian luar wadah, sehingga sel – sel aki terendam dengan sempurna. Soalnya, bentuknya yang cair membuatnya lebih mudah menguap.

Karena itu, aki basah membutuhkan pengisian aki berulang – ulang. Jika Anda merawatnya dengan baik, usia aki basah bisa saja lebih panjang dari aki kering, meski anggapan yang beredar luas adalah usia aki basah lebih pendek.

Aki basah bisa menjadi pilihan untuk Anda yang memiliki anggaran terbatas ketika membeli aki. Soalnya, harganya memang lebih murah daripada aki kering.

  • Aki Kering

Teknologi kendaraan beserta komponen – komponennya terus berkembang. Demikian pula dengan aki.

Aki kering muncul sebagai penyempurnaan dari aki basah. Beda dengan aki basah yang relatif ‘ribet’, aki kering tidak membutuhkan perawatan rutin.

Semua berkat penggantian elektroda berbentuk cairan menjadi berupa gel. Tingkat penguapannya ketika panas sangat kecil jika dibandingkan dengan air zuur pada aki basah.

Volume elektroda pun pada akhirnya tetap terjaga pada level yang diperlukan. Pemilik kendaraan dimudahkan karena tidak perlu lagi secara rutin memantau, menambah, atau mengganti elektroda lagi.

aki kering untuk sepeda motor

Atas dasar itu, aki kering sering disebut sebagai ‘aki maintanance free’ alias aki bebas perawatan. Wadahnya akhirnya tidak perlu lagi tembus pandang.

Saat elektroda berbentuk gel sudah habis, tidak ada istilah isi ulang. Itulah mengapa, saat hal tersebut terjadi, pemilik kendaraan wajib mengganti aki dengan yang baru.

Tapi, tenang saja, usia aki kering secara umum lebih panjang daripada aki basah. Tak heran, dengan semua alasan di atas, harga jual aki kering di pasar aftermarket lebih mahal.

Persamaan dan Perbedaan Cara Merawat Aki Basah Maupun Kering

Meskipun disering disebut sebagai aki maintenance free, bukan berarti aki kering bisa Anda tidak peduli begitu saja. Tetap ada tips dan trik agar usia pakainya bisa benar – benar maksimal.

Cara merawat aki basah maupun kering sendiri sebenarnya memiliki persamaan. Berikut rinciannya:

  • Cek Terminal Aki

Apa pun jenis aki yang Anda pakai, wajib hukumnya untuk melihat dan mengecek kondisi pada bagian terminal secara rutin.

Jangan sampai terminal aki tertutup plak, karat, bercak – bercak putih pertanda jamur, maupun debu. Lihat pula kondisi ujung kabelnya.

Jika sudah terpantau ada kotoran, segera bersihkan agar potensi aki tekor gara – gara isu kebersihan tidak sampai terjadi.

  • Rajin Panaskan Mesin Motor

Aktivitas memanaskan mesin motor mungkin amat gampang dalam kondisi sebelum pandemi virus Corona. Pasalnya, setiap pagi pasti Anda melakukannya sebelum mengendarai motor menuju tempat kerja.

Akan tetapi, hal ini bisa terabaikan selama masa bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) pada masa pandemi. Peluang aki tekor karena kurang setrum akhirnya terjadi.

Oleh karena itu, selalu luangkan waktu memanaskan motor setiap pagi sebelum Anda membuka laptop dan mulai bekerja dari rumah. Jika tidak demikian, siap – siap saja menghadapi masalah aki tekor dalam waktu cepat atau lambat karena belum ada yang bisa memastikan kapan aktivitas WFH berakhir.

  • Hindari Modifikasi Berlebihan

Tidak melakukan modifikasi yang terlampau memberatkan sistem kelistrikan juga menjadi salah satu cara merawat aki basah atau pun kering. Jika pun melakukannya, sebaiknya ganti aki dengan spesifikasi yang lebih besar dan mampu menanggungnya.

  • Cek Level Air Aki

Lantas, apakah perawatan tambahan yang hanya ada pada aki basah?

Seperti dijelaskan sebelumnya, air aki adalah unsur terpenting pada aki basah yang harus berada dalam level ketinggian minimal. Luangkan waktu sepekan atau dua pekan sekali untuk memantaunya.

Jika sudah berkurang, tambah hingga menyentuh batas minimal pada indikator. Anda bisa melakukannya di kala senggang, seperti pada Sabtu atau Minggu pagi saat sedang libur bekerja. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar