Bensin Bisa Basi, Ini Penyebabnya

Berita Otomotif

Bensin Bisa Basi, Ini Penyebabnya

JAKARTA – Istilah bensin basi muncul karena terlalu lama berada di dalam tangki bahan bakar tanpa digunakan sama sekali.

Bensin merupakan salah satu bagian penting pada kendaraan konvensional alias menggunakan mesin bakar. Di pasaran terdapat berbagai jenis bensin atau bahan bakar yang disesuaikan dengan jenis-jenis kendaraan. Semakin tinggi teknologi yang digunakan oleh mesin kendaraan, maka semakin tinggi pula kebutuhan akan kualitas bahan bakar.

Saat ini terdapat beberapa produsen bahan bakar seperti Pertamina yang merupakan perusahaan milik negara. Selain itu, adapula produsen swasta yakni Shell, Total dan Vivo. Mereka menawarkan bensin maupun solar yang diklaim memiliki performa lebih baik daripada pesaingnya. Sehingga konsumen lebih leluasa dalam menentukan pilihan.

Di Indonesia, Pemerintah mengatur tentang pemasaran bahan bakar bensin terdiri dari tiga nilai RON (Research Octane Number. Paling rendah saat ini hanya Pertamina yang masih memasarkan bensin dengan nilai RON 88. Sementara untuk bensin beroktan 90, 92 dan 95 sama-sama ditawarkan oleh sueluruh produsen. Hanya saja di Pertamina terdapat bahan bakar dengan nilai 98 untuk kebutuhan mobil sport berperforma.

Lalu bagaimana bensin bisa basi jika terlalu lama mengendap di dalam tangki bahan bakar. Mengapa ada sebutan basi pada bahan bakar, apa penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya terjadi pada kendaraan kesayangan kita.

Bensin Basi

“Secara prinsip musuh bensin dan oli adalah sama yakni oksidasi. Kendaraan yang terlalu lama disimpan, apalagi tangkinya tidak diisi dengan penuh, maka potensi air akan hadir lebih cepat dan muncullah jelaga,” ucap Agung Prabowo, Tech Specialist, PT Pertamina Lubricants.

Menurutnya istilah bensin basi secara teknis adalah adanya proses oksidasi. Kendaraan yang tidak dipakai dalam waktu lama kadar oktannya sangat bisa menurun. Dengan menggunakan bensin yang tidak sesuai pabrikan, maka dikhawatirkan dapat merusak komponen mesin lainnya.

“proses oksidasi di dalam mesin sendiri bisa merusak ikatan karbon yang ada di dalam tangki. Dengan ini bisa saja nilai oktan akan turun. Teknologi yang digunakan pada bahan bakar akan mampu menahan kualitas bensin tetap bagus,” jelas Agung kemudian.
bensin basi
Mobil123.com melakukan pengujian terhadap unit sepedamotor yang sudah berusia tahunan tidak dihidupkan. Di dalam tangki bahan bakarnya masih terdapat bensin yang kerap disebut basi. Dalam gelas takar, terlihat bensin yang sudah lama tidak terpakai telah berubah warna. Selain itu aroma khas bensin kini menjadi menyegat dan berbeda dengan umumnya. [Dew/Ari]



Denny Basudewa

Denny Basudewa

Cowok kelahiran Bogor, Jawa Barat ini gemar mendalami seluk beluk dunia otomotif. Dunia jurnalistik telah menjadi passion hidupnya sehingga ingin terus memberikan informasi seputar otomotif pada masyarakat.


Berita Utama


Komentar