Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 91 Mobil Mewah 3 Tahun Terakhir

Berita Otomotif

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 91 Mobil Mewah 3 Tahun Terakhir

JAKARTA – Direktorat Jendral Bea dan Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan 91 mobil mewah selama tiga tahun, dari 2016 – 2019.

Sebanyak 91 mobil tersebut, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, bernilai total Rp 315,9 miliar. Di samping itu, ada pula penggagalan 3.956 motor bernilai Rp 13,7 miliar.

“Tahun 2019 merupakan kasus tertinggi. Jumlah kasus penindakan mobil sebanyak lima kasus dan motor sebanyak delapan kasus meningkat, pada 2019 menjadi 57 kasus untuk mobil dan 10 kasus untuk motor. Mungkin karena demand (permintaan) tinggi,” ucap dia dalam konferensi pers gabungan di Tanjung Priok pada Selasa (17/12/2019) seperti dikutip dari laman daring Kementerian Keuangan.

Adapun modus yang digunakan selama ini bervariasi. Seperti memberitahukan barang tak sesuai isi, tanpa pemberitahuan, pengeluaran tanpa izin, salah pemberitahuan, bongkar luas kawasan tanpa izin, tidak melakukan re-ekspor barang eks-impor, serta pindah lokasi impor sementara tanpa izin.

Pemberitahuan barang tak sesuai antara lain dilakukan oleh tujuh perusahaan yakni oleh PT SLK, PT TJI, PT NILD, PT MPMP, PT IRS, PT TNA, dan PT TSP. Dalam dokumen importasi, kendaraan bermotor diberitahukan sebagai batu bata, suku cadang, aksesoris, perkakas.

 Perusahaan-perusahaan tersebut mengimpor mobil dan motor mewah dari dua negara. Satu adalah negara tetangga Singapura, sedang lainnya Jepang.

Penyelundupan 19 Mobil Mewah ke Jakarta
Jika berbicara kasus di Pelabuhan Tanjung Priok saja, selama tiga tahun Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan 19 mobil mewah. Ada pula 35 unit motor premium.

"Jumlah mobil 19, motor 35 dari Bea Cukai Tanjung Priok saja," kata Sri Mulyani lagi.

Merek-merek mobil yang berupaya diselundupkan via Tanjung Priok contohnya Ferrari, Porsche, Mercedez Benz, dan BMW. Sementara itu, untuk ‘kuda besi’ mereknya semisal Harley-Davidson, BMW, Ducati.

Perkiraan nilai total barang di tahun 2019 mencapai kurang lebih Rp21 miliar dan potensi kerugian negara mencapai kurang lebih Rp48 miliar. Ini karena perhitungan Bea Masuk dan PPN Barang Mewah bisa membuat perhitungan kerugian 2 kali lipat dari nilai barang. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar