Batasi SPBU yang Jual Premium, Pemerintah Ajak Pakai BBM Rendah Polusi

Berita Otomotif

Batasi SPBU yang Jual Premium, Pemerintah Ajak Pakai BBM Rendah Polusi

JAKARTA – Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengajak pengguna kendaraan bermotor membeli bahan bakar minyak (BBM) beroktan lebih tinggi.

Sebagai salah satu upaya meningkatkan pembelian BBM ramah lingkungan, menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, pemerintah sudah mengurangi distribusi BBM subdisi Pertamina jenis Premium.

Jumlah SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Pertamina yang menjual Premium saat ini pun menjadi terbatas.

"Sesuai dengan program langit biru Pertamina, outlet penjualan premium mulai dikurangi pelan-pelan, terutama pada saat pandemi. Di mana crude jatuh, substitusi dengan Pertalite," ungkap Arifin di depan para anggota dewan pada 26 Agustus 2021, seperti dijelaskan dalam keterangan resmi Kementerian ESDM.

Pemerintah batasi SPBU Pertamina yang jual BBM Premium

Arifin menerangkan bahwa, semua negara sekarang mulai beralih dari BBM dengan oktan rendah. Hingga kini, hanya empat negara yang masih menjual BBM dengan kualitas setara Premium yang punya nilai oktan (RON) 88.

Indonesia termasuk salah satu di antaranya. Akan tetapi, data menunjukkan konsumsi BBM Premium pada 2021 menunjukkan penurunan.

Menurut catatan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), pemakaian Premium untuk periode Januari-Juli 2021 berjumlah 2,71 juta kilo liter (KL). Volume tersebut cuma 27,18 persen dari kuota tahun ini (10 juta KL).

Pemerintah, lanjut Arifin, ingin terus mendorong dan mengedukasi para pengguna kendaraan bermotor untuk beralih dari Premium.

“Kita tertinggal dari Vietnam yang sudah Euro4 dan akan masuk ke Euro5. Kita masih Euro 2,” ungkap Arifin.

SPBU Pertamina

Sebagai informasi, sebenarnya sejak 2018 Indonesia sudah beralih ke standar emisi gas buang Euro4 untuk kendaraan bermotor yang menggunakan bensin.

Euro4 mengharuskan kendaraan-kendaraan menggunakan BBM dengan RON di atas 91.

Akan tetapi, hingga saat ini pemerintah masih mengizinkan dan menyediakan BBM dengan standar di bawah itu, yakni Premium dan Pertalite (RON 90) untuk Pertamina.

Adapun standar Euro4 bagi kendaraan bermesin diesel baru berlaku mulai April 2022. BBM-nya yang sesuai adalah yang memiliki kadar sulfur maksimal 50 ppm.

"Dalam jangka panjang, memperhatikan perkembangan teknologi kendaraan yang menuntut kualitas BBM lebih baik, maka kami harap akan ada shifting konsumsi ke lebih baik yakni Pertamax (yang sesuai Euro 4—Red). Dalam hal ini, kami mohon dukungan bagaimana bisa merespons ini dengan baik," pungkas Arifin. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar