Batas Kecepatan Diharapkan Dapat Lebih Ketat

Berita Otomotif

Batas Kecepatan Diharapkan Dapat Lebih Ketat

PARIS  - International Transport Forum (ITF), sebuah organisasi antar pemerintahan yang memfokuskan diri pada penelitian keselamatan berkendara menilai bahwa aturan batas kecepatan harus lebih ketat.

Mereka bahkan menilai bahwa batas kecepatan di daerah pemukiman dan sekitarnya seharusnya di bawah 32 km/jam. Hal ini karena dari studi yang mereka lakukan di 10 negara menunjukkan bahwa ada hubungan erat antara kecepatan dengan jumlah kecelakaan dan korban jiwa.  

ITF mengklaim setiap peningkatan kecepatan memiliki korelasi dengan risiko cedera. Penambahan kecepatan sebesar satu persen maka akan meningkatkan cedera pada kecelakaan ringan sebesar dua persen, peningkatan cedera sebesar tiga persen pada kecelakaan parah dan peningkatan cedera sebesar empat persen pada kecelakaan fatal.

Melihat hasil tersebut, mereka pun menilai bahwa dengan mengurangi kecelakaan sedikit saja dapat mengurangi resiko kecelakaan secara signifikan. Untuk itu mereka akan memberikan rekomendasi pada seluruh negara untuk mengurangi batas kecepatan.

ITF pun merekomendasikan untuk membatasi kecepatan maksimal 30 km per jam untuk lokasi pemukiman, 50 km per jam untuk kawasan urban dan 70 km per jam untuk kawasan pedesaan. Namun mereka tidak memberi usulan batas kecepatan untuk kendaraan di jalan raya. Rekomendasi ini akan berlaku international.

Untuk mengurangi resiko cedera, ITF meminta Pemerintah mengambil tindakan untuk mengurangi batas kecepatan di jalanan. Sebagai individu, resiko kecelakaan mungkin terlihat kecil, tapi ketika melihatnya dari sudut pandang sosial maka akan ini akan menjadi sangat penting. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual