Ban Tanpa Udara Michelin akan Dites di Jalanan Indonesia

Berita Otomotif

Ban Tanpa Udara Michelin akan Dites di Jalanan Indonesia

JAKARTA – Ban tanpa udara dari Michelin kelak juga akan dites di jalanan Indonesia. Akan tetapi, Michelin belum bisa memastikan apakah ban inovatif tersebut benar-benar bakal dijual di sini.

Michelin kini memang sedang mengembangkan ban tanpa udara. Produsen ban asal Prancis ini menamakannya Michelin Uptis, yang merupakan kependekan dari Unique Puncture-Proof Tire System.

Mereka tidak sendirian dalam melakukan riset dan pengembangan. General Motors (GM), pabrikan mobil asal Amerika Serikat (AS), diajak berkolaborasi.


Kartika Susanti selaku Head of Public Affairs and Press Relations Michelin Indonesia menjelaskan bahwa ban tanpa udara tersebut baru direncanakan meluncur beberapa tahun lagi. Pasar Indonesia belum disinggung – singgung oleh prinsipal mereka.

“Paling awal rencananya dirilis ke pasar pada 2024 kalau tidak ada kendala yang berarti. Itu target. Paling cepat 2024. Tapi, untuk Indonesia kami belum tahu,” ucap dia dalam konferensi pers Michelin Safe Mobility 2020 beberapa waktu lalu.

Michelin Uptis, lanjutnya, dikembangkan untuk berbagai jenis kendaraan. Michelin berencana menjualnya untuk kendaraan penumpang, kendaraan niaga, kendaraan bermesin konvensional, hingga kendaraan listrik.

“(Ban Uptis) dirancang untuk meminimalisir atau menghilangkan risiko-risiko kempes atau pecah ban. Keuntungan dari sisi penumpang dan pengendara adalah mereka jauh lebih aman. Lalu, karena risiko-risiko itu tak ada, down time (waktu menganggur kendaraan) berkurang sehingga kalau dipakai bisnis bisa meningkatkan efisiensi berkat perawatan lebih minimal,” jelas Kartika.


Mochammad Fachrul Rozi, Customer Engineering Support Michelin Indonesia, menambahkan bahwa pasar Indonesia tidak termasuk dalam pengembangan ban Uptis. Soalnya, di negeri ini Michelin memang belum mempunyai fasilitas Riset dan Pengembangan.

Akan tetapi, ketika sudah diproduksi massal, Michelin Indonesia pasti akan mengujicoba kecocokan ban tanpa udara tersebut dengan kondisi jalanan negara ini. Pengujiannya sendiri membutuhkan waktu.

“Riset di Indonesia tidak ada karena Michelin tidak punya R&D (Research and Development) di Indonesia untuk melakukannya. Nanti, kalau sudah dilepas dan saatnya produksi massal, saya pastikan kami akan melakukan tes di Indonesia. Tapi itu (kemungkinan menjual) saya tak tahu. Mungkin bisa lima atau enam tahun ke depan (kalau pun dijual),” papar Rozi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar