Ban pada Mobil Listrik Disebut Lebih Cepat Botak

Berita Otomotif

Ban pada Mobil Listrik Disebut Lebih Cepat Botak

JAKARTA - Mobil listrik disebut lebih boros untuk ganti ban dibandingkan mobil bermesin konvensional.

Data ini dikeluarkan oleh Zohr, perusahaan yang bergerak dibidang jual beli ban di Amerika Serikat. Menurut mereka, pelanggan menggunakan mobil listrik lebih sering mengganti ban, rasionya mencapai 30 persen dibandingkan dengan mobil konvensional.

Lebih lanjut, sebab ban pada mobil listrik cepat botak adalah karena bobot mereka rata-rata punya bobot lebih berat dibandingkan mobil konvensional. Lainnya lagi adalah keluaran torsinya lebih instan, jadi bisa dibayangkan friksi yang terjadi di atas permukaan jalan.

Belakangan, Anda jangan heran jika pemilik Tesla kerap mengganti ban mereka. Meski rata-rata mereka baru melakukan perjalanan 16 ribu KM. 

Namun demikian, menurut Mobil123.com kondisi ini harus diteliti lebih mendalam. Terutama mencari tahu apa penyebab cepat botaknya ban pada mobil listrik dengan penjelasan teknis lewat parameter tepat dan akurat.

Di Amerika Serikat, era elektrifikasi juga disebut membawa fenomena tersendiri, salah satunya adalah mobil dikendarai lebih banyak tiap tahunnya. Vehicle Miles Traveled (VMT) di Negeri Paman Sam mencapai 3,25 triliun per tahun di AS dan tumbuh sekitar 1% dari tahun ke tahun. 

Konsumen di sana juga tergolong sangat senang merawat dan menjaga mobil mereka. Rata-rata mereka memiliki mobil hingga 11,1 tahun dan baru kemudian menggantinya. Kondisi ini menghasilkan lebih banyak ban pengganti yang dikonsumsi selama periode kepemilikan.

Secara umum memang mobil listrik disebut jarang sekali mengunjungi bengkel untuk melakukan perbaikan atau service. Namun di sisi lain, ada kelemahan-kelemahan lain yang muncul seiring maraknya pemakaian, salah satunya lebih boros untuk melakukan pergantian ban. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar