Bahaya Kursi Mobil Tanpa Headrest

Panduan Pembeli

Bahaya Kursi Mobil Tanpa Headrest

JAKARTA - Keberadaan headrest pada kursi mobil sangat terkait dengan keselamatan karena resiko cedera fatal pada leher mengintip setiap saat dan berdampak buruk pada kesehatan Anda.

Anda jangan sekali-sekali mengecilkan peran headrest pada kursi mobil. Sandaran kepala ini memiliki peran penting setidaknya guna meminimalisir cedera serius pada leher atau akrab disebut whiplash. 

Cedera pada bagian leher ini disebabkan jika terjadi akselerasi atau pun deselerasi terutama jika mobil terkena tumbukan. Pada posisi ini kekuatan G-Force (gaya gravitasi pada bagian tubuh luar tertentu memaksa tubuh bergerak akibat kekuatan akselerasi/percepatan) besar terjadi pada kepala. 

Dan karena hentakan tersebut, leher tidak mungkin menjaga posisi kepala karena ada beban tambahan mendadak yang besarnya lebih dari biasanya. Karenanya, jika terjadi tumbukan, kepala akam terhentak keras ke belakang serta depan juga samping kiri-kanan. 

Jika hal ini terjadi beragam cedera berpotensi terjadi pada korbannya. Mulai dari trauma otak, cedera tulang belakang, sakit kepala kronis dan lainnya. 

Mobil123.com sendiri tiba-tiba teringat resiko cedera whiplash saat menyaksikan peluncuran Wuling Fermo kemarin (07/11/2018) di ITC Cempaka Mas Jakarta Pusat. Karena pada jok penumpang mobil ini tidak dilengkapi dengan headrest.

Ketika Mobil123.com bertanya mengenai keberadaan headrest pada kursi baris 2 dan 3 serta memiliki isu keselamatan, pihak Wuling menjawab bahwa Formo sudah memenuhi standar. 

"Sebagai startegi kami menghadirkan Light Commercial Vehicle (LCV) pertama di Indonesia, Formo sudah dilengkapi safety belt di semua bangku dan juga ada safety belt indicator. Kami rasa susah cukup kompetitif di kelas," jelas Danang Wiratmoko, Product Planning PT. SAIC General Motors Wuling (SGMW) Indonesia. 

Headrest yang berarti head restraint sendiri pertama kali diadopsi pada mobil sekitar tahun 1950-an di Amerika Serikat. Berdasarkan riset Institute for Traffic Accident Research and Data Analysis dari Jepang, cedera leher paling mendominasi cedera pengendar mobil sebanyak 91.8 persen disusul pundak 3,1 persen dan muka 2,6 persen.

Dan seiring dengan perkembangan teknologi, headrest dewasa ini dibuat semakin canggih. Contoh, pabrikan mobil kini telah membuat headrest aktif di mana dapat bekerja aktif untuk meredam gerakan kepala jika terjadi tumbukan dan terbukti dapat meminimalisir cedera leher.

Dari kasus ini, agak aneh jika dewasa ini ada mobil yang dilansir dengan jok tanpa headrest. Apalagi meski dilabel LCV oleh pabrikannya, mobil ini punya sasar konsumen yang bermain di sektor angkutan penumpang termasuk taksi online. 

Tak ketinggalan, Anda juga perlu mengetahui tanda dan gejala whiplash syndrome. Mulai dari gejala umum nyeri leher (leher kaku), sakit kepala (biasanya bagian bawah tengkorak), pusing (berkunang-kunang), penglihatan kabur hingga kelelahan konstan. Sementara gejala lain yang kerap terjadi nyeri kronis jangka panjang, masalah konsentrasi dan ingatan, telinga berdenging, sulit tidur nyenyak, mudah marah, nyeri kronis pada leher, bahu juga kepala. [Ari]



Krisna Arie

Krisna Arie

Senang semua benda bermesin dan beroda sejak duduk di bangku sekolah dan memulai bekerja di media dengan segmen otomotif sejak tahun 2002. Pria sederhana ini selalu percaya pekerjaan akan lebih sempurna jika didasari dengan passion.


Berita Utama


Komentar