Awas, Masa Berlaku SIM Kini Tidak Sesuai Tanggal Lahir

Berita Otomotif

Awas, Masa Berlaku SIM Kini Tidak Sesuai Tanggal Lahir

JAKARTA – Masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) kini tidak lagi menyesuaikan tanggal lahir pemilik.

Selama ini untuk memudahkan masyarakat mengingat masa berlaku SIM, maka tanggal kadaluarsa disesuaikan dengan tanggal ulang tahun. Namun, sejak digunakannya Smart SIM maka ada penyesuaian masa berlaku.

“Sejak September-Oktober 2019 sudah tidak sama dengan tanggal ulang tahun. Masa berlaku disesuaikan dengan tanggal pemilik membuat atau memperpanjang SIM mereka,” ungkap Iptu Suhadi, Pemimpin SIM Keliling Jakarta Timur kepada Mobil123.com.

Aturan ini diklaim sesuai dengan Perkap 9 tahun 2012 yang menyebutkan bahwa masa berlaku SIM adalah 5 tahun. Perkap tersebut pun kemudian diperkuat dengan Surat Telegram Korlantas Polri nomor ST/2664/X/Yan.1.1./2019.

Dengan adanya perubahan ini maka masyarakat diharapkan untuk lebih memperhatikan masa berlaku SIM. Terlebih bila terlambat diperpanjang maka pemilik SIM harus menjalani prosedur pembuatan SIM baru. Hal tersebut berlaku sama untuk mereka yang SIM nya hilang atau rusak. Untuk masyarakat DKI Jakarta, maka mereka harus mendatangi Satpas SIM di Daat Mogot Jakarta Barat.

Perpanjangan SIM sendiri sudah bisa dilakukan 14 hari sebelum masa berlaku habis. Dengan demikian masyarakat bisa lebih mudah untuk menyesuaikan waktu untuk memperpanhang SIM mereka.

Tentang Smart SIM
Smart SIM diluncurkan oleh Kakorlantas Polri yang ketika itu masih dijabat oleh Irjen Pol. Refdi Andri pada bulan September 2019. Beragam keunggulan diklaim telah disematkan sehingga manfaatnya akan lebih terasa dibandingkan sebelumnya.

Smart SIM mampu menyimpan data pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik SIM. Pelanggaran tersebut dapat diperiksa secara online dan akan memudahkan Kepolisian untuk melakukan evaluasi pada para pelanggar.

Smart SIM sendiri pun diklaim sudah ditanamkan sebuah chip yang berisikan data pemilik mulai dari nama, pekerjaan, alamat dan sebagainya. Hal ini akan memudahkan pihak Kepolisian untuk melakukan penyelidikan bila kedepannya sang pemilik SIM bermasalah.

Selanjutnya adalah kemampuan Smart SIM berfungsi sebagai uang elektronik. Dengan demikian pengemudi tidak perlu repot untuk membawa uang elektronik lain untuk membayar tol. Namun untuk fungsi ini, masyarakat belum bisa menikmatinya karena masih dalam proses di Otoritas Jasa Keungangan. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar