7 Tips Mengemudi Saat Terpaksa Lewati Banjir dari Auto2000

Panduan Pembeli

7 Tips Mengemudi Saat Terpaksa Lewati Banjir dari Auto2000

JAKARTA – Hujan deras yang terjadi pada tanggal 25 Februari 2020 diperkirakan masih bisa terjadi pada beberapa waktu mendatang.

Pasalnya, berdasarkan data dari BMKG, curah hujan di Indonesia masih terbilang tinggi hingga beberapa wilayah tergenang banjir. Banyak di antara pengguna mobil yang terjebak banjir dan akhirnya mengalami kerusakan.

Meski demikian, Auto2000 memberikan sedikit tips untuk pengemudi yang hendak menerabas banjir secara aman. Dengan mengikuti tips tersebut, diharapkan bisa mengurangi risiko kerusakan kendaraan. Dan berikut tipsnya

1. Perhatikan Tinggi Genangan Air
Tinggi genangan air yang aman adalah maksimal setengah dari tinggi ban mobil. Ini karena ketinggian air masih di bawah intake mesin, aki dan sistem kelistrikan di ruang mesin. Cara menilainya bisa dari pembatas jalan di tengah atau trotoar. bila masih terlihat, artinya aman untuk dilewati.

2. Pilih Jalur Paling Tepat
Tentukan jalur yang ingin dilewati dengan memilih genangan paling rendah serta bebas dari hambatan seperti polisi tidur, jalan rusak, atau lainnya. Ini bisa dilihat dari pergerakan mobil lain di lokasi banjir. Jangan terlalu ke tepi karena ada risiko turun ke bahu jalan yang rendah atau bahkan masuk ke dalam lubang parit.

Untuk jalan yang terdiri dari beberapa jalur, paling aman adalah ambil jalur tengah atau paling kanan karena relatif lebih tinggi ketimbang jalur lainnya. Untuk mudahnya, perhatikan mobil lain di depan yang sudah melewati.

3. Jaga Jarak Aman
Kecepatan konstan sangat penting untuk memastikan tidak ada air masuk ke dalam ruang mesin. Oleh sebab itu, jaga jarak aman dengan mobil di depan. Jalankan mobil setelah cukup yakin mobil di depan tak akan menghalangi laju sebagai langkah antisipasi bila mobil di depan mogok dan masih bisa melakukan manuver menghindar.

4. Hindari Arus Air Banjir
Beberapa banjir disebabkan oleh sungai besar yang meluap. Biasanya banjir seperti ini disertai dengan arus air yang mengalir deras memotong jalur lintasan jalan. Jangan pernah sepelekan arus air yang deras karena bisa menyeret mobil.

5. Jaga Putaran Mesin
Jangan menerjang banjir dengan putaran mesin tinggi dengan alasan supaya mesin tak mudah mati atau untuk melawan air yang masuk lewat knalpot. Hal ini justru memperbesar daya isap udara ke mesin dan air bisa ikut masuk yang berujung pada water hammer. Cukup jalankan mobil dengan putaran rendah di kisaran 1.500-2.000 rpm dan jaga putaran mesin agar tetap konstan.

Sebisa mungkin lepaskan injakan pedal kopling dan biarkan mesin melajukan mobil secara konstan. Tahan posisi transmisi di gigi 1 dan jaga agar laju mobil tidak tersendat sehingga kehilangan momentum. Untuk mobil transmisi otomatis, cukup masukkan gigi transmisi ke-1 atau L (Low). Jangan mempercepat atau menghentikan laju mobil secara tiba-tiba yang akan mengakibatkan air masuk ke dalam mesin.

6. Keringkan Rem dan Kopling
Setelah melewati banjir, piringan rem akan basah dan daya pengereman berkurang drastis. Hindari langsung menambah kecepatan usai melewati genangan air. Keringkan rem dengan cara menginjak dan melepas pedal rem beberapa kali dalam saat bersamaan. Lakukan ini sekitar 10 detik, lantas cek daya pengereman dengan mengerem secara normal. Ulangi bila kinerja rem masih belum kembali seperti biasanya.

Lakukan proses serupa pada pedal kopling transmisi manual. Amati pula kondisi mobil, apakah ada suara aneh dan tidak biasa. Perhatikan pula panel instrumen jika ada indikator kerusakan menyala. Bila ragu, sempatkan sejenak untuk menepi dan memeriksa lebih cermat.

7. Bila Mobil Mogok Terkena Banjir
Ketika mesin mobil mati, jangan mencoba untuk menyalakan kembali karena ada potensi sudah kemasukan air. Begitu mesin dinyalakan, risiko terkena water hammer akan sangat besar dan butuh penanganan serius. Segera keluar sebagai langkah antisipasi terjadi sesuatu seperti mobil terbawa arus air. Bila memungkinkan, dorong mobil ke tempat lebih tinggi dan aman. Sebelum keluar mobil, posisikan tuas transmisi di netral untuk mobil manual atau tuas di N untuk mobil otomatis.

Dari 7 tips di atas saran terbaik adalah hindari berkendara menerabas banjir. Jika memungkinkan, Anda disarankan untuk putar balik atau berhenti di tempat yang aman. Karena biar bagaimana pun melewati banjir adalah opsi terakhir karena risikonya sangat besar. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support