Aturan Mudik Tahun ini akan Sangat Ketat

Berita Otomotif

Aturan Mudik Tahun ini akan Sangat Ketat

JAKARTA – Aturan mudik 2020 kemungkinan akan jauh lebih sulit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Mudik Lebaran 2020 dipastikan akan sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah dengan rencana pembatasan jumlah penumpang dalam satu kendaraan. Untuk mobil sedan misalnya hanya boleh diisi oleh 3 orang terdiri dari 1 pengemudi dan 2 orang penumpang. Sedangkan kendaraan MPV hanya boleh diisi oleh 4 orang yang terdiri dari 1 pengemudi dan 3 penumpang.

“Bahkan untuk yang terpaksa mudik dengan motor, tidak diperkenankan berboncengan. Tetap jaga jarak, karena penularan ini yang sangat berbahaya. Kesadaran dari masyarakat juga dituntut disini,” terang Irjen Pol. Drs. Istiono, M.H., Kepala Korps Lalu Lintas Polri.

Tak hanya itu, masyarakat yang tetap nekat untuk mudik pun akan langsung dijadikan sebagai ODP (Orang Dalam Pantauan). Itu artinya pemudik harus dikarantina selama 14 hari di dalam rumah dan tidak boleh berinteraksi dengan siapapun.

Selain itu, Korlantas juga akan menerapkan pemeriksaan ketat, dengan mendirikan posko di beberapa tempat yang sudah terkoneksi dengan rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien positif Covid-19 terdekat. Seperti tempat pemberangkatan mudik, rest-rest area baik di tol maupun di jalan arteri hingga di tempat tujuan.

“Bila ada indikasi, akan langsung kami rujuk ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan karantina sebagai pencegahan penyebaran virus Covid-19,” terang Kakorlantas.

Hal ini sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo yang menegaskan bahwa pemudik secara otomatis menjadi ODP di kampung halamannya. Selain itu, Ia juga menegaskan agar skenario mudik dipersiapkan lebih matang.

“Mengenai arus mudik, saya minta disiapkan skenario-skenario yang komprehensif. Jangan sepotong-sepotong, atau satu aspek saja, atau sifatnya sectoral, atau kepentingan daerah saja tetapi dilihat secara utuh baik dari hulu, tengah dan di hilir,” tegas dia

Meski demikian, banyak kalangan yang menilai kebijakan tersebut memiliki risiko. Pelarangan mudik dinilai menjadi salah satu solusinya. Namun, Pemerintah melihat bahwa masyarakat akan tetap melanggar larangan tersebut.

“Orang ada yang mau dia dilarang pun tetap mudik saja. Hanya sekarang kita imbau kesadaran bahwa kalau Anda mudik, hampir pasti Anda bawa penyakit. Kalau bahwa penyakit itu, di daerah sudah terbukti ada yang meninggal. Itu bisa keluargamu. Kita enggak mau itu. Oleh karena itu, kita anjurkan untuk tidak mudik,” Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar