Aturan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Dipastikan Terbit Tahun Ini

Berita Otomotif

Aturan Mobil Hybrid dan Mobil Listrik Dipastikan Terbit Tahun Ini

JAKARTA – Kementerian Perindustrian menggaransi Peraturan Presiden (Perpres) berisikan insentif bagi mobil hybrid dan mobil listrik tetap terbit pada 2018.

Pemerintah Indonesia memang ingin mempromosikan dan menciptakan industri mobil ramah lingkungan, khususnya yang berteknologi mobil hybrid serta mobil listrik. Regulasi low carbon emission vehicle (LCEV) pun digodok dengan melibatkan antara lain Kementerian Koordinator Maritim, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi.

Saat ini pemerintah juga melibatkan 6 universitas negeri untuk melakukan studi komprehensif mengenai mobil listrik. Riset mengenai technical characteristics, users opinion, industrial and social, serta policy and regulation study tersebut akan berlangsung sampai Januari 2019. Namun, Perpres mobil listrik tidak akan menunggu studi dari perguruan tinggi selesai.

 “Sebelum itu sudah diterbitkan. Tetap tahun ini,” ucap Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, di sela-sela paparan final studi komprehensif tahap I mobil listrik oleh universitas.

Sebagai informasi, beberapa pabrikan otomotif yang ‘bermain’ di Indonesia sudah mengungkap model-model hybrid yang akan dimasukkan dengan memanfaatkan insentif dari pemerintah. Toyota bersiap memboyong CH-R hybrid, Mitsubishi mengintip peluang untuk Outlander PHEV, Nissan bakal mengaspalkan Note e-Power, sedangkan Suzuki masih mempelajari antara tiga kandidat sambil menunggu detail peraturan dirilis.

“Perpres terkait dengan fasilitas-fasilitasnya masih dalam harmonisasi dengan Kementerian Keuangan terutama terkait fasilitas fiskal. Fasilitas fiskal ini dibahas bersamaan dengan super deductable tax untuk vokasi dan inovasi,” tandasnya.

Di samping itu, lanjut Airlangga, insentif bagi mobil hybrid maupun listrik dalam regulasi LCEV adalah untuk Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM). Ada pula keringanan pada bea masuk.

Pemerintah akan pula mewajibkan mobil hybrid dan mobil listrik yang mendapat insentif dirakit lokal dalam 3 – 5 tahun setelah diluncurkan. Dalam road map (peta jalan) yang dibuat pemerintah, produksi mobil  dengan kedua teknologi ini diharap mencapai 20 persen dari pasar otomotif nasional pada 2025. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar