Asal Kata Sedan, Kelebihan-Kekurangan, dan Kenapa Pajaknya Lama Dibedakan

Panduan Pembeli

Asal Kata Sedan, Kelebihan-Kekurangan, dan Kenapa Pajaknya Lama Dibedakan

JAKARTA – Sedan lama diperlakukan bak ‘anak tiri’ di Indonesia dari segi perpajakan, sebelum akhirnya berencana disetarakan mulai akhir 2021. Jenis mobil ini sendiri punya sejarah panjang di industri otomotif global dan cerita tak kalah menarik di Indonesia.

Sedan kita kenal sebagai jenis mobil berpostur relatif rendah beratap dengan konfigurasi kabin dua baris dan ‘moncong’ pada bagian depan maupun belakangnya. Adapun jumlah pintunya bisa dua, bisa pula empat.

Honda Civic Turbo Sedan

Tapi, pernahkah terpikir dari mana istilah itu berasal? Ternyata, historinya bisa ditelusuri amat jauh ke belakang.

Asal Muasal Istilah Sedan yang Unik

Menurut situs Jalopnik, kata tersebut berakar dari bahasa latin ‘sedes/sedere’ yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘untuk duduk’.

Kemudian, 1600-an, diketahui sudah muncul istilah ‘sedan’ di Italia. Istilah ini bersumber dari kata ‘sede’ yang berarti ‘kursi’.

Ketika itu, sedan adalah sebutan bagi tandu dengan kursi plus atap yang disangga oleh tiang-tiang. Kendaraan kuno ini diperuntukkan bagi bangsawan atau anggota kerajaan dan dibopong oleh para budak.

Kata tersebut akhirnya sampai ke Inggris pada 1630-an dengan definisi ‘kendaraan dengan kursi serta atap’.

Kendaraan bermotor pertama dengan sebutan sebagai sebuah sedan yang tercatat oleh sejarah adalah Speedwell pada 1911 silam. Mobil tersebut dibuat di Ohio, Amerika Serikat dan memiliki dua buah pintu.

Kenapa Pajak Sedan di Indonesia Tinggi?

Toyota Corolla Altis, Salah Satu Sedan di Indonesia

Uniknya, sistem perpajakan di Indonesia yang berlangsung hingga saat ini membedakan pajak sedan di level yang lebih tinggi. Ini bisa dilihat dari regulasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil saat ini yang menjelaskan bahwa PPnBM untuk sedan dimulai dari 30-125 persen.

Sementara, mobil-mobil lain dimulai dari 10 persen. Untuk kendaraan LCGC, PPnBM-nya bahkan 0 persen.

Pembedaan ini dimulai dari zaman pemerintahan Orde Baru. Mereka ingin lebih mendorong penjualan mobil untuk jenis yang memiliki kapasitas penumpang maupun barang seperti multi purpose vehicle (MPV) banyak, ketimbang sedan.

Latar belakang tersebut diakui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani ketika menghadiri pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

“Dari dulu, kan, konsepnya mobil itu barang mewah. karena itu, kita sebelumnya ada diskriminasi antara MPV dengan yang passanger car (mobil penumpang, istilah lawas untuk sedan—Red) karena bentuknya sedan itu dianggap mewah,” ujar dia menurut catatan Mobil123.com.

Akan tetapi, diskriminasi pajak tersebut tidak akan berlangsung lama. Revisi aturan pemerintah mengenai pajak mobil ramah lingkungan yang rencananya berlangsung akhir 2021, menurut penelusuran dari berbagai sumber, juga mengatur bahwa PPnBM sedan bakal disamakan dengan jenis-jenis mobil konvensional lain yaitu mulai dari 15 persen.

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Sedan

Toyota Vios, salah satu sedan termurah di Indonesia

Seperti semua jenis mobil, sedan tetap punya keunggulan maupun kekurangan. Mari kita bahas satu-persatu dua sisi tersebut, yang Mobil123.com sarikan dari beragam sumber:

Kelebihan

·Kesan Mewah

Sedan, untuk pasar Indonesia, memiliki citra yang mewah. Selain karena harganya, berbagai model sedan juga kerap dipakai sebagai mobil dinas para eksekutif perusahaan. Bahkan, mobi dinas utama para pejabat negara sampai Presiden Joko Widodo pun menggunakan mobil sedan.

·Performa Lebih

Sedan dikenal memberikan pengalaman berkendara yang umumnya lebih ciamik ketika jenis-jenis mobil lain. Ini tak lain tak bukan karena karakteristik teknisnya, antara lain postur pendek dan ground clearance rendah, sehingga punya titik pusat gravitasi lebih rendah pula dan mengurangi body roll.

Kekurangan

·Pajak Tinggi, Harga Mahal

Seperti paparan sebelumnya, PPnBM sedan hingga kini masih tinggi. Ini mempengaruhi harga jualnya yang mahal dibandingkan mobil jenis lain dengan kapasitas mesin sama. Gambarannya bisa dilihat dari penurunan harga Toyota Vios pada masa insentif PPnBM 100 persen pada Januari-Agustus 2021 yang mencapai lebih dari 60 juta. Namun, isu pajak tinggi dan harga mahal ini akan berubah tak lama dari sekarang dengan revisi regulasi pemerintah.

·Ground Clearance Rendah vs Jalan Rusak

Sudah jadi pengetahuan umum bahwa kondisi jalan di Indonesia masih amat tak merata. Bahkan untuk area Jakarta dan sekitar. Karena itulah, ground clearance sedan yang rendah bisa merepotkan jika Anda relatif sering melewati jalan dengan kondisi yang masih belum baik. [Xan]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar