Apes, Mobil Terbakar Karena Nekat Terabas Banjir

Berita Otomotif

Apes, Mobil Terbakar Karena Nekat Terabas Banjir

MAJALENGKA – Sebuah mobil terbakar saat nekat menerabas banjir di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia pada hari Senin, 8 Februari 2021 berhasil membuat banjir di sejumlah wilayah. Salah satunya adalah di Jalan Raya Ligung, Desa Ligung, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

Banjir tersebut membuat sejumlah kendaraan menghentikan perjalanan mereka. Namun, seorang pengendara yang menggunakan mobil berwarna biru tetap nekat menerobos genangan air setinggi 60 sentimeter. Namun tiba-tiba mobil tersebut mengeluarkan asap hitam di bagian depannya Tak lama kemudian, api muncul dari dalam mesin mobil tersebut. Sementara pengemudi dan penumpangnya berhasil menyelamatkan diri.

Banjir

“Kelihatannya dangkal banjirnya tapi pas lewat tiba-tiba ada suara ledakan dari mesin. Saya langsung keluar dari mobil menyelamatkan diri,” kata Bobi, pemilik mobil terbakar.

Bobi mengaku nekat menerobos banjir lantaran ingin menjemput saudaranya yang ada di Kecamatan Ligung.

“Dari arah Jatiwangi mau ke Ligung mau jemput saudara kan rumah di Kadipaten juga banjir jadi mau jemput saudara untuk bersih-bersih,” kata Bobi.

Sementara di lokasi, tidak ada satupun warga yang berani mendekati mobil yang hangus terbakar karena dikhawatirkan akan meledak.

resiko mobil menerabas banjir

Menerobos banjir memang bukanlah sesuatu yang sebaiknya dihindari oleh pengemudi kendaraan terlebih bila ketinggian air sudah melebihi tinggi ban. Pasalnya kendaraan bisa rusak dan dalam kondisi terburuk, mobil bisa terbakar.

Ironisnya lagi, asuransi kendaraan akan menolak klaim asuransi akibat menerabas banjir. Hal tersebut diterangkan oleh Tanny Megah Lestari, Business Development Division Head PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance). Untuk itu, ia menyarankan kepada pemilik kendaraan untuk tidak melakukannya guna menghindari kerugian lebih besar.

"Sebisa mungkin jangan menerobos banjir. Apabila sengaja dan kendaraan menjadi rusak maka kendaraan tersebut masuk ke dalam pengecualian yang tidak dijamin dalam polis asuransi," kata Tanny.

Ia juga mengimbau apabila mobil berada di dalam genangan air (banjir), sebisa mungkin jangan menyalakan mesinnya. Tunggu hingga air surut lalu telpon pihak asuransi atau derek untuk mengangkut mobil untuk diperbaiki. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar