Mobil Listrik Bisa Menyetrum Saat Banjir Itu Salah Kaprah

Berita Otomotif

Mobil Listrik Bisa Menyetrum Saat Banjir Itu Salah Kaprah

BOGOR – Mobil listrik memang belum populer di Indonesia dan pengetahuan masyarakat masih minim tentangnya. Ini kemudian menimbulkan banyak anggapan salah seperti contohnya bahaya mengendarai mobil listrik ketika banjir.

Kurangnya pengetahuan soal mobil listrik ini diakui sebagai satu dari banyak tantangan yang dihadapi para pabrikan setelah regulasi low carbon emission vehicle (LCEV). Regulasi yang ditargetkan terbit pada 2018 tersebut antara lain berisi insentif pajak bagi mobil berbahan bakar alternatif.

Training Instructor PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Rahardito Dio Prastowo menyatakan para konsumen di pasar otomotif Tanah Air masih banyak kekhawatiran mengenai mobil listrik, khususnya soal keamanannya bagi penumpang. Pemikiran keliru itu misalnya kemungkinan tersetrum listrik. Padahal, ini terjadi karena kurangnya pemahaman publik.

“Justru hal yang paling pertama diperhitungkan dalam pengembangan mobil listrik adalah bagaimana keamanan saat kondisi banjir itu,” tegasnya di sela-sela seminar yang diselenggarakan Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada 12 – 13 Mei di Bogor, Jawa Barat.

Rahardito memberi contoh sistem keamanan pada mobil listrik Mitsubishi i-MiEV. Ia menerangkan bahwa city car tanpa polusi itu aman melewati banjir meski baterai lithium-ion miliknya terletak di bagian lantai kendaraan.

“Jadi ada semacam sekering pemutus aliran listrik ketika terjadi banjir atau kecelakaan. Saat kecelakaan, ada G-Sensor yang bisa membaca tumbukan atau kondisi kendaraan terbalik, kemudian sistem secara otomatis memutus aliran listrik dari baterai. Tegangan tetap ada tapi enggak mengalirkannya ke komponen lain. Insulasinya sudah sangat baik,” papar dia.

Ia mengakui, dengan adanya tegangan di dalam baterai, masih ada kemungkinan komponen itu meledak. Namun, jika pun itu terjadi, tidak akan ada potensi bahaya bagi konsumen karena insulasi yang telah melalui riset panjang.

“Baterai memang tetap bisa meledak tapi insulasinya sangat baik dan sangat rapat. Seandainya meledak pun efekya hanya membuat sasis bagian bawah gembung. Tidak ada, misalnya, menyentuh sasis lalu tersetrum,” jelas Rahardito. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di sebuah harian umum nasional dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual