Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Siapkan Rp 2,6 Triliun Demi Pengembangan Teknologi

Berita Otomotif

Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi Siapkan Rp 2,6 Triliun Demi Pengembangan Teknologi

PARIS – Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi mengucurkan dana sebesar USD 200 juta atau setara Rp 2,684 triliun untuk pengembangan teknologi terutama mobil listrik dan otonom.

Aliansi merasa bahwa investasi terhadap teknologi perlu dilakukan sebagai jawaban untuk tantangan mobil masa depan. Mereka nantinya akan menginvestasikan dana mereka pada perusahaan startup yang mereka kembangkan sendiri.

Carlos Ghosn, Chief Executive Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi akan meresmikan program tersebut pada ajang CES 2018. Dikabarkan, dana tersebut akan dibagi tiga dengan 40 persen di antaranya adalah dari Renault, 40 persen dari Nissan dan 20 persen dari Mitsubishi.

Industri otomotif dunia yang mengandalkan kepemilikan individual memang tengah tertekan sejak banyaknya perusahaan taksi online seperti Uber. Tantangan pun semakin berat dengan semakin banyaknya kendaraan listrik dan kendaraan otonom.

Selain Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, beberapa produsen mobil lain pun telah melakukan beberapa langkah agar dapat bertahan di masa depan. Salah satunya adalah produsen mobil asal Jerman, BMW.

Mereka bahkan telah membeli saham di sejumlah perusahaan softwere untuk ride-sharing, smart-charging dan mobil otonom. Tak tanggung-tanggung, mereka telah menggelontorkan dana sebesar 500 juta euro atau setara Rp 8 triliun pada iVentures.  Selain BMW, General Motor juga melakukan langkah agresif dengan menggelontorkan USD 240 juta (Rp 3,217 triliun) pada GM Ventures.

Nissan sendiri memiliki ambisi untuk menjual mobil otonom penuh tahun 2022. Namun mereka cenderung menghindari startup dan memilih untuk bekerjasama dengan para pemain yang sudah mapan di bidangnya. Salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan DeNA co untuk mengembangkan softwere.

Sementara Renault melakukan sejumlah investasi termasuk ke Marcel, sebuah car-sharing di Paris dan Jedlix, perusahaan spesialis teknologi smart-vehicle charging di Belanda. [Adi/Ari]

 



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar

Support
Chat Support
Support Support
0 Support
Support
Chat Aktif0
Diarsipkan
Hapuskan chat?
Chat
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual