Diskon PPnBM 100% ‘Diganggu’ PPKM, Ada Peluang Diperpanjang Lagi?

Berita Otomotif

Diskon PPnBM 100% ‘Diganggu’ PPKM, Ada Peluang Diperpanjang Lagi?

JAKARTA – Setelah angka kasus Covid-19 jauh membaik, asosiasi pabrikan mobil di Indonesia mengaku ingin berdiskusi dengan pemerintah mengenai kondisi terkini pasar serta pelaku industri. Namun, mereka tak berspekulasi perihal kemungkinan insentif pajak mobil baru diperpanjang lagi.

Sejak 2 Juli 2021, insentif diskon PPnBM 100 persen bagi mobil 1.500 cc ke bawah ‘terganggu’ Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat/Level 4. Kebijakan pembatasan mobilitas secara ketat bagi masyarakat dan para pelaku usaha ini diambil karena munculnya gelombang kedua Covid-19 sejak awal semester kedua.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi pun, ketika dihubungi pada Rabu (4/8/2021), memprediksi penjualan pada Juli 2021 drop signifikan ketimbang Juni--yang mencapai 65.765 unit secara retail--karena kebijakan tersebut.

Pemerintah sendiri hingga kini terus memperpanjang PPKM Level 4. Terakhir, penerapannya di Pulau Jawa dan Bali berlangsung sampai 9 Agustus.

PPKM darurat ganggu penerapan diskon PPnBM 0 persen mobil baru

Padahal, Juli dan Agustus adalah dua bulan terakhir insentif PPnBM 100 persen yang menurunkan harga jual sebagian kendaraan rakitan lokal berkapasitas 1.500 cc ke bawah.

Periode pemberian insentif ini sebenarnya sudah diperpanjang satu kali oleh pemerintah, dari Maret-Mei menjadi Maret-Agustus, sebagai tindaklanjut permintaan dari pihak industri agar bisa bangkit di tengah pandemi.

Para eksekutif pabrikan otomotif dalam berbagai kesempatan mengatakan diskon PPnBM 100 persen membuat penjualan semester satu 2021 menunjukkan tren positif. Penjualan retail berjumlah 387.827 unit, naik 33,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Menanggapi pertanyaan mengenai hal tersebut, Gaikindo selaku asosiasi yang menaungi pabrikan-pabrikan otomotif global untuk sekarang tak mau mengganggu pemerintah dalam penanganan gelombang kedua Covid-19. Kesehatan dan keselamatan pelaku bisnis maupun para konsumen di pasar sekarang menjadi prioritas utama.

“Bayangkan, Indonesia dianggap sebagai epicentrum (pusat) Covid-19. Itu, kan julukan yang betul-betul enggak bagus. Jadi kita lagi berjuang keras selesaikan ini. Keselamatan rakyat nomor satu. Jadi saya rasa kami jangan ganggu dulu pemerintah. Jalankan (bisnis) apa adanya,” ucap dia kepada Mobil123.com.

Toyota Raize dapat diskon PPnBM 0 persen pada 2021

Gaikindo, lanjut Nangoi, bakal melihat perkembangan situasi PPKM serta gelombang kedua Covid-19. Mereka berharap kasus positif Covid-19 bisa secepat mungkin tertangani.

“Nanti kami lihat kalau sudah mulai membaik. Ini, kan, sudah ada kecenderungan mulai menurun. Mudah-mudahan setelah ini, setelah rada aman, baru kami (Gaikindo-pemerintah) diskusi lagi,” pungkas dia tanpa merincikan lebih lanjut.

“Pak Menko Marves (Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan—Red) sekarang bertanggungjawab untuk PPKM Jawa-Bali, sedangkan Pak Menko Ekonomi (Airlangga Hartarto) bertanggungjawab untuk yang di luar Jawa-Bali. Jadi, mereka pasti lagi sibuk-sibuknya. Saya enggak mau ganggu mereka,” lontar mantan Presiden Direktur PT. Isuzu Astra Motor Indonesia ini.

Sebagai informasi, selepas diskon PPnBM 100 persen selesai pada Agustus, sebenarnya stimulus masih berlangsung sampai bulan terakhir 2021. Akan tetapi, besaran insentifnya dikurangi menjadi hanya 25 persen dari tarif PPnBM normal. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar