Agar Rakyat Beli Mobil, Sri Mulyani Siapkan Rp 2,9 T untuk Insentif PPnBM

Berita Otomotif

Agar Rakyat Beli Mobil, Sri Mulyani Siapkan Rp 2,9 T untuk Insentif PPnBM

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyiapkan anggaran nyaris Rp 3 triliun untuk insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mobil baru pada 2021. Semua demi membantu penjualan kendaraan di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Seperti diberitakan sebelumnya, mulai 1 Maret 2021 kebijakan relaksasi pajak mobil baru berlaku. Adapun bentuknya adalah pengurangan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Pemerintah akan melonggarkan PPnBM mobil baru secara bertahap. Tahap pertama pada Maret – Mei adalah periode insentif paling besar karena PPnBM dibebaskan hingga menjadi 0 persen.

Sri Mulyani pun, ketika berbicara dalam konferensi pers virtual yang disiarkan di YouTube pada Senin (1/1/2021), menyebutnya masa paling tepat bagi masyarakat untuk merealisasikan rencana membeli mobil.

Menteri Keuangan Sri Mulyani

“Jadi, kalau mau beli mobil, sebaiknya dari sekarang sampai Mei karena PPnBM-nya 100 persen ditanggung pemerintah (Pajak Ditanggung Pemerintah/P-DTP—Red),” tegas dia.

‘Hadiah’ PPnBM 0 persen pada tiga bulan pertama penerapan kebijakan akan dilanjutkan dengan insentif PPnBM 50 persen dari tarif normal pada tiga bulan kedua (Juni – Agustus). Tahap ketiga sekaligus terakhir adalah insentif PPnBM 25 persen dari tarif hingga Desember.

Ada 21 model mobil yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkannya. Di antaranya Toyota Avanza, Wuling Confero, plus dua SUV kompak yang belum meluncur yakni Toyota Raize-Daihatsu Rocky.

Daihatsu Rocky dapat PPnBM 0 persen pada 2021 meski belum meluncur

Anggaran untuk insentif PPnBM diambil dari dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Beberapa triliun rupiah telah disiapkan.

“Estimasi dari PPnBM yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan bermotor diperkirakan akan mencapai Rp 2,99 triliun dan ini akan kami masukkan di dalam program PEN 2021,” ucap Sri Mulyani lagi dalam kesempatan yang sama.

Anggaran sejumlah itu, lanjut dia, masihlah sebuah estimasi. Angka riilnya tergantung pemanfaatan insentif PPnBM mobil baru oleh masyarakat.

“Tentu tergantung berapa dari insentif itu yang betul – betul akan dimanfaatkan oleh masyarakat,” tandas akademisi dari Universitas Indonesia tersebut.

Relaksasi PPnBM, menurutnya, diharapkan dapat mendorong daya beli di sektor otomotif khususnya roda empat dari kalangan kelas menengah.

“Bukan kelas menengah yang atas – atas banget karena mereka sudah punya daya beli yang lebih kuat,” tegas Sri Mulyani.

Stimulus dari pemerintah untuk mengakselerasi perbaikan industri otomotif nasional di tengah pandemi bukan cuma satu. Ada pula pelonggaran uang muka (Down Payment/DP) ringan sampai 0 persen sejak Maret – Desember mendatang. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar