Adaptive Driving Beams Diakui Dapat Meningkatkan Keselamatan Berkendara

Berita Otomotif

Adaptive Driving Beams Diakui Dapat Meningkatkan Keselamatan Berkendara

WASHINGTON - Adaptive Driving Beams diakui oleh U.S. National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA)  sebagai fitur yang dapat mengurangi resiko kecelakaan khususnya di malam hari.

NHTSA memberikan rekomendasi ini setelah Toyota melakukan petisi pada tahun 2013 lalu. Menurut Toyota, fitur ini dapat memungkinkan lampu lebih banyak memberi penerangan dibanding versi standard tanpa membuat silau pengendara dari arah sebaliknya. Hal ini dimungkinkan karena hadirnya sensor tambahan yang dapat menyesuaikan cahaya lampu sesuai kebutuhan.

“Fitur ini berpotensi sangat signifikan untuk meningkatkan tingkat keselamatan berkendara khususnya untuk pejalan kaki, pesepeda, binatang dan objek di pinggir jalan,” tutur NHTSA.

Adaptive Driving Beams sebenarnya bukanlah fitur baru, hanya saja Pemerintah Amerika Serikat terlambat dalam memperbarui aturan lalu lintasnya. Di Eropa dan Jepang, Adaptive Driving Beams telah mendapat ijin untuk digunakan sejak lebih dari 10 tahun lalu.

Fitur yang telah disematkan di beberapa mobil ini telah dilengkapi dengan sensor, kamera, data-processing software dan headlamp. Dengan ini maka mobil dapat mendeteksi kedatangan kendaraan lain dan secara otomatis mengatur arah serta tingkat cahaya lampu.

Di Indonesia sendiri tidak ada aturan yang jelas terkait ini. Namun, sudah ada beberapa mobil di Indonesia yang telah menyematkan fitur ini sehingga memberikan nilai lebih khususnya pada keselamatan berkendara. [Adi/Ari]



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar