Kecelakaan Maut Kembali Terjadi di Cipali, 4 Orang Tewas

Berita Otomotif

Kecelakaan Maut Kembali Terjadi di Cipali, 4 Orang Tewas

SUBANG – Kecelakaan maut kembali terjadi di ruas jalan Tol Cipali.

Kecelakaan ini terjadi di KM 119.800, tepatnya di wilayah Cobogo, Subang. Melibatkan sebuah Daihastu Gran Max dan sebuah truk. Dalam kecelakaan ini, setidaknya ada empat orang yang meninggal dunia dan tiga orang luka-luka.

“Kronologis sementara minibus tabrak belakang truk, untuk penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Akibat dari kecelakaan ini satu orang meninggal di TKP dan tiga orang meninggal di perjalanan,” ujar Kasat Lantas Polres Subang AKP Endang Sujana.

Kecelakaan diduga diakibatkan sopir dari minibus kurang antisipasi dan lepas kontrol, sehingga menabrak belakang truk. Kencangnya benturan membuat minibus sarat penumpang itu ringsek di bagian.

Saat ini kasus kecelakaan dalam penanganan laka lantas polres Subang, petugas tengah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari penumpang yang selamat. Kasat menjelaskan, pasca kejadian seluruh korban dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Radjak di Purwakarta. Sedangkan bangkai kendaraan minibus di bawa ke pul derek di Cilameri, Subang.

“Korban sudah di Rumah sakit di Purwakarta, kalau untuk truk hingga saat ini belum diketahui identitasnya,” terangnya.

Waspadai Angin

Ada Kecelakaan Maut Lagi di Cipali, 4 Orang Tewas
Sony Susmana, pendiri dari Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan bahwa Tol Cipali memang merupakan tol yang cukup berbahaya. Untuk itu, diperlukan kewaspadaan dari pengemudi saat melalui jalan ini.

“Di beberapa titik, ada lokasi yang crosswindnya tinggi. Jadi satu sisi sawah dan sisinya sebelahnya adalah tebing. Crosswind di lokasi tersebut sangat tinggi.  Kemudian ada perbedaan ketinggian dan kondisi jalan, itu juga harus diwapasi. Selain itu, karena tolnya sangat panjang, jadi cuaca di jalan tol tersebut bisa berbeda-beda. Nah itu penanganannya juga harus berbeda-beda,” terangnya.

Untuk itu, Ia menyarankan kepada pengemudi untuk tidak melampaui batas kecepatan yang disarankan oleh pengelola tol. Dengan kecepatan yang lebih rendah, maka mobil akan lebih mudah dikendalikan.

“Kuncinya adalah akal sehat dari pengemudi. Coba tanyakan ke diri sendiri, kalau membawa kendaraan dengan kecepatan 100 km/jam kemudian mobil slip terkena crosswind, apa yang bisa dilakukan? Kalau merasa tidak sanggup mengendalikan kendaraan maka kurangi hingga kecepatan yang dirasa mampu untuk dikendalikan,” pungkasnya.



Adi Hidayat

Adi Hidayat

Pria lugu yang tinggal di Bekasi ini kerap menghadapi kemacetan Jakarta untuk memberikan informasi terkini terkait dunia otomotif Indonesia. Menghirup asap knalpot, merasakan teriknya panas matahari, menerabas hujan hingga menembus kepungan banjir pun telah menjadi bagian dari hidupnya. Meski demikian ia menjalaninya dengan penuh ketabahan dan kesabaran.


Berita Utama


Komentar