6 Komponen yang Berisiko Cepat Rusak kalau Mobil Jarang Digunakan

Panduan Pembeli

6 Komponen yang Berisiko Cepat Rusak kalau Mobil Jarang Digunakan

JAKARTA – Mobil dibuat sebagai benda yang semestinya rutin bergerak, jika cukup lama didiamkan di garasi, berbagai komponen di dalamnya berpotensi cepat rusak.

Pada masa pembatasan mobilitas akibat pandemi Covid-19, pergerakan masyarakat berkurang karena aktivitas bekerja maupun bersekolah dilakukan dari rumah. Alhasil, mobil pun menjadi lebih jarang digunakan.

Hal tersebut tak sehat bagi mobil. Menurut keterangan resmi Auto2000 baru-baru ini, ada minimal enam komponen yang bisa cepat rusak atau berumur lebih pendek karenanya.

6 komponen yang cepat rusak kalau mobil lama tak dipakai, salah satunya aki

Berikut ini komponen-komponen yang dimaksud. Dipaparkan pula cara untuk mencegah setiap komponen mobil agar tidak cepat rusak di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia.

  • Daya Aki Berkurang

Jangan kaget bila mesin mobil menjadi sukar dinyalakan. Ini disebabkan daya aki yang semakin melemah saat kendaraan jarang digunakan. Makin tua umur aki, makin rentan hal tersebut terjadi karena komponen tersebut juga semakin mudah kehilangan daya simpan tenaga listrik.

Untuk menghindarinya, hidupkan mesin mobil dua hari sekali tanpa mengaktifkan sistem kelistrikan lain selama 10-15 menit.

Sesekali, jalankan pula mobil keluar rumah agar pengisian daya aki lebih maksimal.

  • Ban Kempis

Pada mobil yang jarang dipakai ada potensi ban kempis serta terjadinya ‘flat spot’ pada bagian yang langsung menapak permukaan jalan.

Saran dari Auto2000 adalah periksa tekanan angin secara berkala. Lalu, ketika memanaskan mesin, jalankan kendaraan maju-mundur.

Terakhir, pastikan bagian ban yang menapak permukaan berganti.

  • Bahan Bakar Mengendap

Jika mesin lama tak dihidupkan, udara dalam tangki maupun saluran bahan bakar mobil bakal menjadi lembab, sehingga memicu terjadinya pengembunan. Kalau ini terjadi, bahan bakar bisa tercampur dengan air yang menguap.

Kualitas BBM akhirnya berkurang dan potensi karat pada tangki serta saluran BBM muncul. Oleh karena itu, hidupkan mesin secara rutin dan pastikan pula filter BBM selalu bersih dengan menjalankan servis berkala meski sedang PPKM.

Toyota sendiri punya layanan servis di rumah (Toyota Home Service/THS).

servis rutin di bengkel resmi Toyota Auto2000

  • Cakram Rem Berkarat

Karat pada cakram rem merupakan proses alamiah yang bisa terakselerasi kalau mobil jarang dijalankan. Seandainya ini terjadi, performa pengereman bakal berkurang pula.

Karat tersebut akan raib otomatis ketika rem mobil dioperasikan.

  • Saluran AC Berdebu

Debu bakal berkumpul di sistem pendinginan kabin yang jarang aktif. Hal ini tidak sehat, karena kualitas udara dalam kabin mobil tereduksi.

Tipsnya, nyalakan AC setidaknya 10 menit, satu kali dalam sepekan. Pastikan pula filter kabin terjaga kebersihannya.

Kabin mobil yang rutin dibersihkan juga bakal membantu.

  • Cairan Mobil Rusak

Berbagai cairan mobil berpotensi rusak, karena tercampur uap air, kalau mobil lama menganggur. Padahal, kinerja mobil mengandalkan banyak macam cairan. Misalnya saja, minyak rem, coolant radiator, dan pembersih kaca depan.

Agar hal tersebut tak terjadi, lagi-lagi nyalakan mesin serta menjalankan mobil secara rutin. [Xan/Ses]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar