5 Tips Aman Mengemudi Mobil Bertransmisi Otomatis di Tengah Banjir

Panduan Pembeli

5 Tips Aman Mengemudi Mobil Bertransmisi Otomatis di Tengah Banjir

JAKARTA – Indonesia kembali dihadapkan pada puncak musim hujan. Sewaktu – waktu, Anda bisa saja dihadapkan pada jalan yang banjir saat sedang berkendara.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan puncak musim hujan pada 2021 akan terjadi pada Februari. Di awal Februari sendiri, berbagai area di kota – kota besar seperti DKI Jakarta dan Semarang dilanda banjir dengan berbagai skala.

Di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) dan kebijakan bekerja serta belajar dari rumah, aktivitas bepergian memang berkurang. Akan tetapi, ada kalanya Anda terpaksa keluar rumah dan mengemudikan kendaraan karena urusan mendesak.

Di masa puncak musim hujan, waspadai selalu risiko menghadapi jalan dengan genangan cukup dalam. Bagi Anda yang mengemudikan mobil bertransmisi otomatis, berikut tips agar Anda plus kendaraan selamat ketika terpaksa menerabas banjir, seperti dikutip dari keterangan resmi Daihatsu pada awal pekan ini:

ilustrasi mengemudikan mobil bertransmisi otomatis

  1. Perhatikan Ketinggian Genangan

Hal pertama sekali yang harus Anda lakukan adalah memperhatikan ketinggian genangan air. Pastikan agar ketinggiannya tidak lebih dari setengah roda. Jangan memaksakan diri melewatinya jika ternyata level air lebih tinggi dari itu karena saluran masuk udara (air inlet) berisiko tinggi terendam dan menyebabkan water hammer yaitu kondisi saat air masuk ke ruang pembakaran mesin hingga menyebabkan kerusakan parah.

  1. Gunakan Gir Paling Rendah

Selanjutnya, lewati banjir dengan gigi atau gir paling rendah (1 atau L). Ini dilakukan agar mobil maupun putaran mesin berjalan dengan stabil. Selain itu, melewati banjir dengan gir terbawah membuat gas buang dari bagian knalpot pun keluar dengan stabil dan terus menahan air agar tidak masuk melalui jalur pembuangan.

  1. Kecepatan Perlahan dan Konstan

Atur laju kecepatan mobil dengan kecepatan yang perlahan serta konstan. Selain agar gas buang yang keluar dari knalpot tetap stabil, hal ini juga untuk mengantisipasi hal – hal yang berpotensi bahaya seperti lubang besar di jalan.

  1. Jika Mogok, Biarkan Mesin Tetap Mati!

Kalau Anda salah mengestimasi ketinggian genangan air dan mesin mati di tengah banjir, biarkan lah keadaannya tetap seperti itu. Jangan sekali – sekali mencoba menghidupkan mesin kembali karena dapat membuat air makin masuk ke dalam mesin dan menyebabkan kerusakan yang parah. Segera hubungi nomor darurat dari bengkel resmi untuk membantu Anda.

  1. Keringkan Rem Setelah Lewati Banjir

Setelah berhasil melewati banjir, keringkan rem mobil Anda dengan cara sederhana yaitu berjalan lambat dengan kecepatan sekitar 5 km/jam dan mengerem mobil berkali – kali secara perlahan. Tujuannya adalah untuk memastikan mobil memang masih dalam kondisi baik dan kampas remnya kering. Jika dirasa ada yang tak beres, segera lakukan pengecekan di bengkel resmi. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar