Mobil123.com
Aplikasi Mobil123.com
Prediksi Harga Kendaraan Anda
4.4
33,336

47 Tahun Sejarah Toyota Kijang di Indonesia, Berawal Dari Pick Up Berevolusi Jadi MPV Hybrid

Panduan Pembeli

47 Tahun Sejarah Toyota Kijang di Indonesia, Berawal Dari Pick Up Berevolusi Jadi MPV Hybrid

Toyota Kijang sudah hadir sejak tahun 1977, dan jadi legenda hidup Toyota di Indonesia. Perjalanan sejarah Toyota Kijang awalnya digunakan sebagai kendaraan niaga hingga perlahan berganti fungsi menjadi kendaraan penumpang premium pada saat ini.

Toyota Kijang mampu bertahan selama puluhan tahun di pasar otomotif Indonesia. Mobil yang sekarang bernama Kijang Innova Zenix ini sudah terjual jutaan unit.

Pada 9 Juni kemarin, Kijang berulang tahun, dimana Pada 2024 ini usianya genap 47 tahun. Dalam sejarahnya, Toyota Kijang lahir sebagai produk Kendaraan Bermotor Niaga Sederhana (KBNS) pada 9 Juni 1977. Segmen tersebut merupakan kendaraan serbaguna yang mampu dijangkau segala lapisan masyarakat. 

Asal-muasal nama Kijang menurut penjelasan tertulis PT. Toyota Astra Motor (TAM) dan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN)  terinspirasi mobil bernama ‘Tamaraw’ yang artinya Kerbau di Filipina.

Kijang generasi pertama muncul sebagai sebuah pikap. Tetapi, masyarakat kemudian melirik potensi lainnya untuk mobil keluarga. Perusahaan-perusahaan karoseri menangkap peluang ini dengan membuatkan konversi bodi minibus bagi Kijang.

Lebih lengkapnya, berikut ini sejarah panjang Toyota Kijang di Indonesia.

Kijang Buaya 1977 – 1980, Awal Mula Sejarah Panjang Mobil Keluarga

Kijang meluncur pertama kali pada 1977, ketika Toyota di Tanah Air baru memulai bisnis saat berjalan lima tahun.  Generasi ini dijuluki ‘Kijang Buaya’ lantaran struktur kap mesin yang overlap ke sisi samping bodi, sehingga saat dibuka bentuknya mirip buaya sedang menganga. Generasi ini menggunakan mesin Corolla, 3K 1.2 liter.

Aspek paling diingat dari generasi pertama antara lain pintu yang menggunakan terpal untuk penutup ventilasi. Melihat dimensinya yang proporsional untuk minibus, mendorong karoseri lokal merancang bodi untuk konversi Kijang Buaya dibuat menjadi mobil penumpang kelas bawah. 

Kehadiran Kijang sebagai mobil penumpang juga disambut baik karena mobil ini memiliki kabin yang lapang dan hadirnya bonnet (mesin di depan) sehingga lebih memberikan rasa aman. Selain itu, hadirnya bonnet atau hidung juga menjadi daya tarik tersendiri karena kala itu kendaraan KBNS bikinan pabrikan lain tidak memilikinya.

Toyota Kijang Doyok 1981 – 1985

Generasi kedua lahir pada September 1981. Mobil berjuluk ‘Kijang Doyok’ ini hadir dengan body yang lebih halus. Kijang Doyok menandai awal mulanya sebagai mobil keluarga murah di Indonesia.

Melihat bentuk Kijang Doyok lebih proporsional dari letak engsel pintu dibuat tersembunyi, kap mesin hanya membuka di bagian atas moncong, serta grille dan permukaan pintu sejajar bodi. 

Hal yang tak kalah penting, terpal pada ventilasi digantikan dengan kaca jendela. Bukaan pintu tak lupa dibuat lebih nyaman. Bentuknya yang mengotak, kerempeng, dan ‘bergigi mancung’ padanya mengingatkan publik pada tokoh kartun populer Doyok di Harian Umum Pos Kota.

Toyota juga menaikkan kapasitas mesinnya menjadi 5K yang berkapasitas 1.5 liter. Ubahan ini dirasa penting, karena ketika itu Toyota Kijang sudah mulai digunakan sebagai mobil keluarga sehingga perlu performa lebih baik.

Kijang Doyok ini kemudian mendapat sentuhan baru pada 1984 yang terdapat pada grille dan bumper.

Toyota Kijang Super 1986 – 1996

Pada 1986, generasi ketiga yang disebut ‘Kijang Super’ hadir. Generasi Kijang Super  hadir dalam dua versi yakni sasis pendek (KF40) dan panjang (KF50). Mulai saat itu, Kijang semakin fokus sebagai mobil keluarga, walau masih tetap memproduksi pick up.

Beberapa terobosan dipergunakan Toyota pada proses produksi generasi ketiga, termasuk diantaranya teknologi full pressed body. Teknologi penyambungan bodi dengan mesin press yang rapat ini dapat mengurangi 2-5 kg dempul per mobil. Ini karena cetakan panel-panel bodi yang telah dipress selanjutnya disambung dan dilas.

Teknologi full pressed body merupakan suatu proses produksi yang canggih berupa pengepresan plat body setebal 1,2 mm oleh mesin cetak bertekanan tinggi 1.500 ton. Mesin ini didatangkan dari Jepang untuk membuat setiap bentuk dan lekukan panel – panel bodi agar lebih presisi.

Pada 1992, Toyota merilis facelift Kijang generasi ketiga yang disebut  dengan nama Kijang Grand Extra. Ciri khas dari julukan itu berasal stiker horizontal bertuliskan ‘Grand Extra’ di sepanjang kiri-kanan bodi.

Pada proses produksi Kijang Grand Extra dibuat bermodal teknologi Toyota Original Body, menjadikannya minibus pertama berkualitas bodi bebas dempul setara sedan. Toyota Original Body ini hanya menyambung delapan komponen bodi dengan teknik pengelasan modern.

Terdapat penambahan fitur seperti penyematan AC Double Blower dan perubahan desain dashboard. Dari segi eksterior juga dibedakan dengan hadirnya grille tegak pada varian 1.8. 

Lebih lanjut, Kijang Grand Extra mengalami penyempurnaan karburator. Selanjutnya, mesin generasi ini pun diganti dari 5K 1.500 cc menjadi 7K 1.800 cc.

Toyota Kijang Kapsul, 1997 – 2004

Generasi keempat Kijang lahir pada 1997. Lekuk-lekuk sudutnya yang membulat lantas membuatnya dijuluki sebagai ‘Kijang Kapsul’. Pada era ini, Kijang tersedia  dalam varian diesel dan transmisi otomatis.

Pada tahun 2000, Toyota Merilis Kijang EFI dalam era baru yaitu mesin dengan teknologi fuel injection. Kijang Kapsul EFI tersedia dengan dua pilihan kapasitas mesin yaitu 1.800 cc maupun 2.000 cc

Kijang Kapsul EFI hadir dengan penyegaran pada lampu, bumper, dan dashboard. Kemudian pada  2002 di mana Kijang Kapsul facelift hadir dengan ubahan pada grille, lampu depan, dan lampu belakang yang dilengkapi garnish.

Toyota Kijang Innova V1 2004 – 2015

Toyota Kijang generasi kelima hadir pada 2004 yang menggunakan tambahan kata ‘Innova’ di belakang nama Kijang. Pada generasi ini, Kijang dibangun dari platform Innovative International Multi Purpose Vehicle (IMV) bersama Hilux dan Fortuner.

Walau sosoknya kian modern, namun Kijang Innova masih mempertahankan sasis ladder frame, yang membuatnya berbeda dibanding MPV modern lainnya yang menggunakan konfigurasi monocoque.

Kijang Innova hadir dengan sejumlah teknologi terbaru seperti mesin berteknologi VVT-i, diesel common rail, hingga multi information display dan airbag. 

Lebih lanjut, Kijang Innova juga memiliki fleksibilitas ruang penyimpanan, dimana jok baris ketiga bisa dilipat menyamping ke arah jendela agar bagasi makin luas. Kemudian, baris kedua digulingkan sehingga kabin bisa dioptimalkan agar mampu menampung barang yang lebih besar dan banyak.

Toyota Kijang Innova Reborn 2015 - 2022

Innova Reborn yang jadi Kijang generasi keenam  didesain dengan pendekatan lebih stylish plus modern. Hal ini lantas membuat Kijang naik kasta sebagai mobil keluarga yang semakin mewah. Ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan sebuah mobil keluarga yang fungsional dengan spesifikasi mumpuni, dan desain yang modern.

Dalam pengembangan mobil ini, Hiroki Nakajima selaku Chief Designer Toyota Motor harus berkeliling ke negara-negara yang memiliki produk Innova untuk mengetahui kebutuhan apa yang ingin dipenuhi oleh para pelanggan dari kalangan keluarga modern. Hasilnya, Kijang Innova hadir dengan desain seperti sekarang, terlihat sporty namun tetap memiliki fungsi layaknya sebuah MPV.

Toyota Kijang Innova Zenix, 2022 - Sekarang

Kijang Innova Zenix meluncur di Indonesia pada November 2022. Pada generasi ketujuh ini Kijang Innova membuang varian diesel dan hanya menyediakan varian-varian bermesin bensin serta hybrid. Kijang Innova Zenix terdiri dari tiga varian yakni G, V, Q.

Kijang Innova Zenix tidak lagi mengusung ladder frame sebagai strukturnya. Pada generasi ini disematkan platform Toyota New Global Architecture (TNGA), tepatnya TNGA: GA-C dengan struktur monokok. 

Platform tersebut diciptakan demi memfasilitasi dapur pacu hybrid pada Innova Zenix. TNGA: GA-C dengan struktur monokok diklaim meningkatkan rigiditas bodi, mengurangi bobot mobil, mengurangi suara dan getaran dalam kabin, kestabilan dan kenyamanan meningkat.

Berbicara dimensi, Kijang Innova Zenix memiliki panjang, lebar, tinggi, maupun wheelbase (jarak sumbu roda) masing-masing 4.755 mm, 1.850 mm, 1.795 mm, 2.850 mm. Sebagai perbandingan, dimensi Toyota Kijang Innova Reborn adalah 4.735 mm (panjang), 1.830 mm (lebar), 1.795 mm (tinggi), 2.750 mm (wheelbase).

Kijang Innova Zenix varian bensin menggunakan mesin 2.0-liter berkode M20A-FKS. Tenaga yang dihasilkan sebesar 174 ps (171 hp) di 6.600 rpm dan torsi mencapai 20,9 Kgm (204 Nm) di 4.500-4.900 rpm. 

Kemudian untuk varian hybrid dibekali mesin M20A-FXS berkapasitas 2.0-liter berdaya 152 ps (149 hp) pada 6.000 rpm serta torsi 19,1 Kgm (187 Nm) pada 4.400-5.200 rpm yang dipadukan dengan motor listrik bertenaga 113 ps (111 hp) plus torsi 21 Kgm (205 Nm).

Transmisi otomatis 10-direct shift CVT menyalur tenaga menuju kedua roda depan, untuk mesin bensin maupun hybrid. Pada varian Hybrid EV ini telah memakai teknologi generasi kelima milik Toyota. Baterai Ni-MH berukuran kompak dan disimpan di bawah kedua jok kursi depan. 

(YS)



Berita Utama


Komentar

app-icon
app-icon
app-icon
Lihat Mobil Impian Anda di Aplikasi
Unduh Aplikasi Sekarang