3 Sebab Kampas Rem Mobil Matik Lebih Cepat Habis

Panduan Pembeli

3 Sebab Kampas Rem Mobil Matik Lebih Cepat Habis

JAKARTA - Kampas rem pada mobil matik lebih pendek usianya ketimbang pada mobil bertransmisi manual.

Mobil dengan girboks otomatis makin menjadi tren di Indonesia, khususnya bagi konsumen di kota-kota besar. Dengan kemacetan yang semakin menjadi-jadi, mengendarainya memang lebih mudah plus menghemat tenaga.

Di balik itu, ternyata para pemilik mobil dengan transmisi otomatis mesti menyiapkan biaya penggantian kampas rem lebih sering. Pasalnya, suku cadang ini berpotensi lebih cepat aus dan menurut Suparman selaku Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso hal itu wajar.

“Kalau dibandingkan mobil manual, mobil matik itu lebih cepat setengahnya (habis kampas rem). Jadi bila mobil manual ganti kampas rem tiap 60 ribu km, mobil matik bisa 30 ribu - 40 ribu km sudah habis,” ucapnya, seperti dijelaskan dalam situs resmi Auto2000.

Berikut ini adalah tiga penyebabnya menurut Suparman:

1. Andalan Satu-satunya
Pada mobil bertransmisi otomatis, rem menjadi satu-satunya bagian yang diandalkan untuk memperlambat laju kendaraan sehingga penggunaannya menjadi lebih sering. Berbeda dengan mobil manual yang masih bisa dibantu dengan mekanisme engine brake, memanfaatkan momentum penurunan level transmisi.

“Mobil matik memang bisa engine brake, tapi dayanya tak sebesar mobil manual,” tandas Suparman.

2. Sering Menahan Rem
Jujur saja, Anda sering, bukan, menahan pedal rem cukup lama di kemacetan dengan transmisi berada di posisi D? Ini menyebabkan gesekan antara cakram rem dengan kampas rem terus-menerus terjadi.

Wajar jika permukaan kampas rem pun lebih cepat habis. Demi lebih efisien, latihlah diri untuk ‘mengantri’ di kemacetan dengan mengaktifkan rem tangan.

3. Jarang ‘Menyicil’ Rem
Selain intensitas kerja sistem pengereman yang lebih tinggi pada mobil matik, pengendaranya pun jarang ‘menyicil’ ketika menginjak pedal rem. Maksudnya, jika sudah terindikasi akan terhalang lampu merah, masih banyak yang melakukan pengereman dalam jarak relatif dekat sehingga rem bekerja lebih keras.

Pada pengendara mobil manual, kebanyakan sudah menetralkan posisi transmisi jika terlihat akan terhadang lampu merah, baru kemudian mulai melakukan pengereman. Sebenarnya, metode ini bisa ditiru untuk pengendara mobil matik. Caranya cukup mudah, tinggal dorongan posisi tuas ke N, lalu mulai melakukan pengereman secara bertahap hingga akhirnya mobil bisa berhenti. [Xan/Ari]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia dan resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar

Chat Aktif
Diarsipkan
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Hapuskan chat?
Chat Empty
Tidak ada chat yang sedang berlangsung
Mulai pencarian dan chat dengan penjual
Bantuan

Kami akan membantu Anda

klik tombol "Bantuan" untuk berbicara dengan Customer Care kami.
Support