3 Aliran Modifikasi Motor Ini Bisa Bikin Honda BeAT Street Tampil Gagah

Panduan Pembeli

3 Aliran Modifikasi Motor Ini Bisa Bikin Honda BeAT Street Tampil Gagah

Aliran modifikasi sepeda motor sangat banyak jumlahnya termasuk motor ‘sejuta umat’ berharga murah seperti Honda BeAT Street.

Penggemar modifikasi tersebar di berbagai macam kendaraan. Mulai dari truk, mobil, hingga sepeda motor bisa saja dioprek-oprek dalam berbagai skala agar terlihat lebih keren.

Jenis maupun harga kendaraan yang dimodifikasi pun tak terbatas pada segmen – segmen tertentu saja. Untuk sepeda motor, ada saja temuan modifikasi dari mulai Harley Davidson Sportster hingga BeAT Street.

Honda BeAT Street 2021

Semakin mahal kendaraannya, anggaran yang dikeluarkan untuk modifikasi juga berpotensi makin besar. Demikian pula sebaliknya. Semakin murah kendaraan obyek modifikasi, rentang biaya yang nantinya dikeluarkan makin variatif pula.

Aliran – aliran modifikasi sepeda motor sendiri, menurut penelusuran dari berbagai sumber, bisa berjumlah puluhan. Berikut ini dipilihkan beberapa sumber inspirasi dari beberapa aliran modifikasi Honda BeAT Street menjadi tampak maskulin.

Aliran Modifikasi Motor Honda BeAT dari yang Gagah hingga Elegan

Low Rider

Honda BeAT Low Rider

Aliran low rider pada Honda BeAT, seperti bisa ditebak dari namanya, menekankan pada modifikasi yang mengubah ground clearance kendaraan menjadi lebih rendah alias ceper. Seberapa rendahnya tergantung keinginan dan tingkat ‘keekstreman’ dari sang modifikator atau pemilik.

Ada yang saking cepernya, kendaraan terlihat hampir ‘mencium tanah’. Meski kurang menguntungkan di kondisi jalanan Indonesia yang amat beranekaragam, tetap ada saja kendaraan yang dimodifikasi dengan aliran ini, tentunya dengan berbagai macam level ketinggian ground clearance.

Motor – motor yang dipermak dengan aliran ini kerap kali terlihat lebih panjang. Ini karena modifikasi low rider sering dilakukan antara lain dengan cara memanjangkan sasis dan mengubah sudut shockbreaker menjadi lebih miring.

Cara lainnya adalah dengan memotong shockbreaker. Tapi, jika memilih opsi ini, tentu saja kenyamanan berkendara akhirnya bisa terkorbankan.

Ciri lain modifikasi low rider adalah ukuran ban yang diganti menjadi lebih besar. Karena itulah, motor bisa terlihat lebih elegan setelah menjalani ‘operasi’.

Ubahan pada model serta gaya setang juga bisa dilakukan untuk menyempurnakan hasil akhir modifikasi low rider.

Touring

Honda BeAT Touring

Skutik touring seperti Honda ADV 150, Honda PCX 160, Yamaha Nmax kini makin digandrungi oleh pasar domestik. Honda BeAT Street Anda bisa pula dibuat dengan tampilan serupa model – model di atas, melalui aliran modifikasi touring.

Aliran ini bertujuan untuk membuat motor menjadi lebih trengginas melahap jarak jauh, dengan bermacam medan yang mungkin bakal dijumpai dalam perjalanan.

Ini pula yang menjadi salah satu pembeda besar aliran modifikasi touring dengan puluhan lainnya. Pada aliran – aliran selain itu, motor bisa saja menjadi kurang nyaman atau kurang fungsional.

Tapi, pada aliran touring, motor malah menjadi lebih galak, trengginas, plus tahan melibas berbagai macam kondisi cuaca maupun jalanan.

Banyak sekali hal yang bisa dilakukan. Kaca tambahan dapat dipasang untuk menghalau angi. Ban standar diganti ban tubeless jenis all terrain (AT) yang lebih lebar.

Shockbreaker standar tentu saja bisa ditukar dengan yang lebih tinggi maupun kuat. Tak salah juga jika menambah rangka tubular, mengganti jenis setang + cakram rem + komponen – komponen pada sistem pengereman pengereman, menyematkan pelindung tangan, plus pemasangan utilities box pada bagian belakang.

Jika modal Anda cukup kuat, panel meter bisa diganti dengan yang lebih fungsional lagi canggih. Aki pun disubtitusi dengan yang lebih besar, agar bisa lebih mumpuni menyuplai daya listrik ke berbagai komponen yang memerlukan.

Bobber

Honda BeAT Bobber

Bobber menjadi rekomendasi aliran modifikasi terakhir untuk Honda BeAT Street yang gagah lagi elegan. Sedikit bicara histori, kisah mengenai aliran ini bisa ditarik hingga ke era 1920-an.

Bobber awalnya merupakan aliran modifikasi yang diciptakan untuk motor – motor besar gubahan Harley – Davidson. Karena efeknya yang bisa membuat tampilan motor makin rendah serta maskulin, aliran ini kemudian menjalar ke motor – motor lain.

Secara kasat mata, ciri khas paling kentara dari motor bobber adalah profil ban yang ‘gendut’ plus lebar. Jika diamati lagi, pda motor – motor bobber lazim terjadi pemotongan atau penghilangan fender (spakbor), baik pada roda depan maupun belakang.

Atas nama tampilan, rem – rem drum pada roda juga kerap diganti menjadi cakram seluruhnya. Ukuran cakramnya kadang juga sengaja dibuat amat ‘menonjol’.

Sisi positifnya, kemampuan pengereman kendaraan pastinya meningkat karena hal tersebut.

Kalau Anda ingin kesan bobber-nya lebih paripurna, ganti setang standar dengan yang lebih rendah.

Gaya bobber cocok untuk Anda yang menginginkan hasil modifikasi dengan tampilan ‘bersih’. Soalnya, ciri lain bobber adalah penampakan minimalis dengan cara menyingkirkan aksesori – aksesori yang dianggap tak perlu.

Harga Honda BeAT dan  BeAT Street 2021

Beat Street sebenarnya merupakan salah satu tipe dari BeAT, skutik termurah Honda di pasar roda dua Nusantara. Secara total, BeAT terdiri dari empat tipe jika melihat situs resmi PT. Astra Honda Motor selaku agen pemegang merek di Indonesia.

Rentang harga tipe terendah dan teratasnya amat dekat. Kisarannya saat ini hanya antara Rp 16 – 17 jutaan.

Inilah sebabnya BeAT, termasuk BeAT Street, menjadi motornya masyarakat kebanyakan. Berikut daftar harga BeAT per tipe pada Maret 2021 untuk on the road Jakarta:

  • BeAT CBS Rp16,45 Juta
  • BeAT CBS ISS Rp17,15 Juta
  • BeAT Street Rp17,15 Juta
  • BeAT Deluxe Rp17,25 Juta

Sejarah Unik Honda BeAT

Rekam jejak BeAT di Indonesia cukup panjang. ‘Kuda besi’ satu ini, menurut penelusuran dari berbagai sumber, pertama kali diintroduksi di Indonesia 2008 dan terus bertahan hingga memasuki usia 13 tahun pada 2021.

Sejak pertama hadir, BeAT menggunakan mesin bensin 110 cc yang dari waktu ke waktu terus disempurnakan seiring dengan penyegaran model maupun varian. BeAT Street diterjunkan perdana pada 2016 sebagai varian atas yang desainnya mampu memberikan kesan lebih maskulin.

Selidik punya selidik, rekam jejak BeAT dapat ditelusuri jauh sebelum muncul di Tanah Air pada 2008. Nama tersebut, uniknya, sudah digunakan oleh Honda untuk produk motor maupun mobil mereka di Jepang sejak era 1980-an.

Honda Beat FC50

Versi motor untuk pasar Jepang lahir pada 1983 dengan nama Beat FC50. Kini, model tersebut tak dijual lagi di ‘Negeri Matahari Terbit’.

Kapasitas mesin satu silinder, dua tak, berpendingin cairan dengan teknologi V-TACS (Variable Torques Amplification Chamber System) milik Beat FC50 bahkan tak sampai 50 cc.

Akan tetapi, transmisinya sudah menggunakan girboks Continuosly Variable Timing (CVT). Kecepatan puncaknya cuma 60 km per jam dengan putaran mesin yang bisa digeber sampai 11 ribu rpm.

Nama Beat juga pernah Honda pakai untuk model kei car—segmen khusus bagi mobil bermesin kecil di Jepang. Dimensi panjangnya hanya 3.295 mm, dengan lebar 1.395 mm, tinggi 1.175 mm, wheelbase (jarak sumbu roda) 2.280 mm, serta bobot 760 kg.

Honda Beat Kei Car

Kemunculan perdananya sebagai kei car terjadi pada 1991. Usianya tak lama karena pada 1996, Beat kei car disuntik mati.

Berdesain keren sebagai convertible dua pintu, dapur pacu Beat kei car hanya 656 cc, 3 silinder segaris, SOHC. Mesin tidak ditempatkan pada bagian depan, melainkan dibenamkan di bagian belakang bodi.

Mesin kecil untuk era itu tentu saja menyemburkan tenaga yang minim pula yakni 64 hp. Daya disalurkan menuju dua roda belakang melalui transmisi manual lima percepatan.

Beat kei car disebut – sebut sebagai cikal bakal dari roadster keren Honda S660.

Spesifikasi Honda BeAT Street 2021

Skutik BeAT Street di Indonesia terakhir kali mendapatkan penyegaran model pada Januari 2020, bersama - sama dengan varian BeAT lainnya. Tak sekadar penyegaran model bersifat minor, Honda langsung merilis generasi baru.

Ubahan BeAt Street sendiri banyak dan mencakup berbagai aspek. Rangka yang menjadi struktur dasar bodinya bernama eSAF (enhanced Smart Architecture Frame).

Rangka tersebut diklaim lebih ringan serta membuat pengendalian BeAT Street lebih lincah plus stabil ketika dibawa bermanuver. Rangka eSAF, sebelum kemunculan BeAT Street, hanya ada pada skutik Honda Genio.

Honda Beat Street

Panel meter digital mendapatkan tampilan baru dengan cover garnish dan latar belakang layar yang kini berwarna biru. Desain bodi dipermak menjadi makin berkesan tajam dengan stiker grafis yang terinspirasi dari graffiti jalanan.

Bohlam lampu depan diganti menjadi yang berjenis LED. Rumah lampu dibuat berbentuk serupa huruf ‘U’.

Fungsionalitas sedikit ditingkatkan dengan kapasitas bagasi yang lebih baik, menjadi 12 liter. Bukan hanya itu, pijakan kaki dibuat lebih leluasa dan kapasitas tangki bensinnya membesar menjadi 4,2 liter.

Komponen paling penting untuk menentukan performa kendaraan ikut disempurnakan. Di bawah bodinya, dibenamkan mesin esP 110 cc SOHC termutakhir.

Honda Beat dan Beat Street

Daya puncaknya yang menyembur lebih besar yaitu 8,89 hp di 7.500 rpm, dengan torsi 9,3 Nm di 5.500 rpm. Semua ini berkat perubahan pada diameter x langkah yang sekarang menjadi 47 mm x 63 mm.

Sederet fitur masih dipertahankan oleh Honda. BeAT Street tetap memiliki sistem pengereman Combi-Brake System (CBS), ACG Starter, Side Stand Switch, Parking Brake Lock.

Tambahan fitur terbaru adalah Secure Key Shutter.

Kelebihan dan kekurangan Honda BeAT Street

Keunggulan maupun kelemahan dari BeAT Street secara garis besar sama dengan varian – varian BeAT lainnya. Kelebihan pertama tentu saja dari nama besar merek sepeda motor Honda plus persebaran bengkel resminya yang luar biasa banyak dan mudah ditemui.

Ini membuat servis maupun perbaikan motor Honda dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Harga BeAT dan BeAT Street juga ramah di kantong masyarakat Indonesia. Kapasitas mesinnya yang kecil tentunya menjanjikan konsumsi bahan bakar efisien.

Dengan harga Rp 16 – 17 jutaan, fitur – fitur BeAT maupun BeAT Street juga cukup lengkap di kelasnya.

Bicara kekurangan, BeAT dan BeAT Street merupakan skutik dengan ‘postur badan’ yang amat ‘minimalis’. Anda yang berpostur lebih besar dan tinggi dari rata – rata orang Indonesia bisa tidak nyaman membawanya.

Kapasitas bagasinya, meski sudah diperbesar menjadi 12 liter, jika tetap terbilang kecil. Anda hanya bisa menaruh barang – barang berdimensi minim di dalamnya dan bukan jaket, sepatu apalagi helm seperti yang bisa dilakukan pada Honda Vario. [Xan/Had]



Insan Akbar Krisnamusi

Insan Akbar Krisnamusi

Insan mulai menjadi jurnalis pada 2011 di Harian Umum Media Indonesia, kemudian di Suara.com (2016 - 2018), hingga akhirnya resmi bergabung ke Mobil123.com sejak Februari 2018. Ia menyelami dunia otomotif sejak 2012 dan paling tertarik dengan isu-isu industri.


Berita Utama


Komentar